IKLAN ATAS

50 Peserta Dari 10 Kecamatan Di Lingga Ikuti Pelatihan PID

Program Inovasi Desa (PID) 
Redaksibekasi.com- Lingga: Pelaksanaan Program Inovasi Desa (PID) kabupaten Lingga melalui TPID bisa mendorong meningkatkan kualitas pemanfaatan Dana Desa (DD) Dengan memberikan rujukan inovasipembangunan desa serta bida menghasilkan kegiatan inivasi dari kabupaten lingga menjadi percontohan di tingkat Provinsi dan Nasional. 

Pelatihan PID di harapkan mampu menstimulir munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif di desa dan antar desa. PID merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesehteraan masyarakat, ungkap Bupati Lingga H. Alias Wello melalui Yusrizal Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan saat menyampaikan kata sambutan dan membuka pelatihan Tim Pelaksana Inovasi desa (TPID) program inovasi desa, yang di ikuti 50 peserta perwakilan kecamatan sekabupaten lingga, di gelar di Ruang Pertemuan Hotel Gapura Dabosingkep, pada kamis (12/9). 

Seperti yang di sampaikan Panitia Pelaksana pelatihan TPID bertujuan secara umum TPID di setiap kwcamatan di arahkan untuk untuk mempersiapkan TPID untuk membantu penerintah Desa dalam memfasilitasi pelaksanaan program Inovasi Desa (PID) swrta memastikan seluruh kegiatannya mendukung Implemen Undang undang No 6 tahun 2014 tentang desa. 

Secara khusus Program Inovasi Desa (PID) Membekali Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Agar nemiliki kemampuan memfasilitasi Pemerintah Desa dalam Implementasi Undang Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, Program Inovasi Desa (PID) serta meningkatkan kafasitas TPID dalam rangka memperkuat Penyel enggaraan Pemerintah Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Masyarakat Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. 

Dan di harapkan hasil pelatihan (TPID) sebagai pelaksaba Inovasi desa ditingkat kecamatan memiliki wawasan, ketrampilan dan sikap yang memadai dalam mendorong penerintah daerah Khususnya unit kerja sektoral (OPD) Mendukung Pemerintah desa dalam memfasititasi kegiatan inovasi Desa dan sekaligus memperkuat penyelenggaraan pemerintah, pembangunan desa dan kemandirian secara berkelanjutan, ucap  Yusrizal.

Burhanudin, Satker P3MD Provinsi kepri, menyampaikan Inovasi Desa, mengarah kepada ide-ide kreatif dalam pembangunan desa. Selain dari itu ia juga menyampaikan bagi desa desa yang sudah berhasil dapat menjadi contoh dan diikuti bagi desa lainnya 

"agar ada pertukaran pengetahuan kegiatan-kegiatan inovatif yang dana nya bersumber dari Dana Desa, sekaligus sebagai bentuk transparansi penggunaan Dana Desa".

Sementara perintah sendiri dalam melaksanakan selalu mengadakan evaluasi, karena ini amanat yang menggunakan uang negara dan pelaksanaan menggunakan uang rakyat

Proses evaluasi terus dilakukan untuk mencari yang terbaik dalam pemanfaatan dalam dana desa, yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa, nelalui inovasi inovasi yang ada. Kata dia. 

Ia menambahkan, Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 diharapkan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk kegatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan program/kegiatan hasil musdes. Laporan panitia.

Seperti diketahui bersama bahwa pada beberapa waktu lalu, data dan informasi dana desa, pembinaan dan penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Dari Tahun ke Tahun Dana Desa mengalami kenaikan, mulai dari tahun 2015 sebesar 20,76 Triliun, pada tahun 2016 naik menjadi 46,98 Triliun, kemudian tahun 2017 naik menjadi 60 Triliun, tutupnya."(*)

Reporter : Suarman 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.