IKLAN ATAS

Kasus Kekerasan Sekolah, Orang Tua Korban Minta Oknum Guru SMKN1 Dabo Singkep Ditindak Tegas. Ini kata Kepsek

Dugaan kesewenang-wenangan Oknum Guru
Redaksibekasi.com- Lingga: Terkait Kasus tindak kekerasan yang dilakukan oleh ZN Oknum guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Dabo Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga Provinsi Kepri, Kini kasusnya belum jelas akhirnya. Seperti halnya pemberitaan yang dimuat sejumlah media online sejak beberapa waktu lalu, Adanya Dugaan kesewenang-wenangan Oknum Guru yang mengakibatkan Seorang Siswa mengalami Cacat Kuping (Robek Selaput/Gendang Kuping).

'Akan tetapi anehnya sejak kejadian tindak kekerasan yang dialami oleh "RA" siswa kelas X Tehnik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), hingga saat ini kasusnya Beku, Seakan persoalan kekerasan di Sekolah bagai lenyap ditelan bumi.

"Kami  minta pihak penegak hukum dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri bertindak sesuai peraturan dan hukum yang berlaku di NKRI," Kata orang tua ' RA' Kepada media, Selasa (11/9).

Dari hasil penelusuran rekan media. Dengan didiamkannya selama 13 hari setelah kejadian kekerasan dilakukan salah seorang oknum Guru di SMK Negeri 1 Dabo Singkep berinisial"ZN", Akhirnya setelah melewati beberapa prosedur mulai tahapan konfirmasi ke sekolah perkara kejadian, pengecekan kondisi kuping korban ke RSUD Dabo Kecamatan Singkep, pelaporan perkara di Mapolsek Dabo selanjutnya dilakukan Visum di RSUD hingga sampai ke Praktek Sepesialis THT. Sutiawan beralamat Apotik Kimia Farma Batu Tiga Tanjung Pinang Kepri.

"Hasilnya serupa yakni Cacat Kuping (Robek Selaput/Gendang Kuping)"

Ada yang lebih unik dari kasus kekerasan di SMK Negeri 1 Dabo Singkep, Miris Sekali setelah mengetahui siswanya (korbannya) cacat kuping harus menjalani perobatan dan perawatan intensif selama tiga bulan namun oknum pelaku "ZN" tidak menunjukkan sikap bersalah serta bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan santainya seolah tak bersalah, di dampingi Kepala Sekolah sempat menyebutkan.

"Kami minta maaf atas kejadian ini dan jika bisa kita selesaikan secara kekeluargaan. Untuk pengobatan anak kita bisa bantu Rp 2000.000,' (Dua juta- red)," ujar ZN kepada orang tua korban kekerasan yang dilakukannya, Selasa (11/09 ) Sore.

"Ini pelecehan namanya, Saya minta perkara kekerasan yang menyebabkan cacat kuping anak ini di usut secara tuntas baik selaku penegak hukum maupun instansi terkait khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau," Imbuhnya Orang tua RA.

Sementara itu kepala sekolah SMK Negeri 1 Dabo Singkep saat di konfirmasi awak media di ruang kerjanyanya, Rabu 12/09/18

"Kami mohan maaf kepada pihak keluarga agar masalah kehilafan oknum guru di selesaikan secara kekeluargaan dan ini suatu pembelajaran buat kami pihak sekolah untuk kedepan," ucapnya."(*)

Reporter : Suarman 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.