IKLAN ATAS

Musyawarah Ini Resmi, Lurah Ngadiono Sebut Pihak Perusahaan Menyetujui Tuntutan Warga Bekasi Jaya

Add caption
Redaksibekasi.com- Bekasi Kota: Terkait keberatan warga Soal kebisingan, Polusi udara dan limbah produksi yang ditimbulkan dari Pabrik Baja di Gang Manaco CV. Tangguh Adi Perkasa), yang melakukan aktivitas pekerjaannya di tengah lingkungan pemukiman warga RT 04 dan 010 RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur, Akhirnya warga melayangkan surat Kepada Pihak Kelurahan Bekasi Jaya tertanggal 19 Juli 2018, untuk mengambil langkah preventif.

Berdasarkan surat pengaduan warga tersebut, Akhirnya Lurah Bekasi Jaya mengundang Warga RT 04/08 beserta Pemilik Pabrik Baja yang ada di Gang Manaco untuk melakukan rapat dengar pendapat dan sekaligus mencari Solusi dari akar permasalahan. Giat Acara diadakan di Aula Kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Lantai 2, Rabu (19/9).

Hadir dalam acara pertemuan, Ngadino S.AP Lurah Bekasi Jaya, Wakapolsek Bekasi Timur, Pak Makmur Ketua RW 08, Ketua RT 04, Pa Adi Pemilik Pabrik Baja CV. Tangguh Adi Perkasa) serta Puluhan warga RT 04/08 dan Warga RT 010/08, Karang Taruna RW 08.

Dari pantauan media di Aula kantor Kelurahan Bekasi Jaya, Secara bergantian warga diberikan waktu oleh Moderator untuk menyampaikan keluhan dan harapannya. Dari masukkan warga pada saat Audiensi di Aula Kantor Kelurahan Bekasi jaya hampir seluruh warga yang hadir, Mengajukan keberatan terkait adanya Pabrik Baja yang ada di lingkungan pemukiman warga RT 04/08, terkait Keluhan Kebisingan, Polusi udara serta limbah produksi.

"Saya tidak menolak adanya Pabrik baja di lingkungan Pemukiman warga, akan tetapi tolong jangan ganggu kami dengan suara bising produksi (Mesin Bor dll), polusi udara serta limbah Cair," Kata  Ibu Eka, warga  RT04 /08.

Sementara itu Lurah Bekasi Jaya Ngadiono.S.AP kepada media menuturkan, bahwa hasil mediasi kali ini telah  menghasilkan Kesepakatan yang mengikat antara Pihak CV. TAP dengan Warga RT 04,010 RW 08.

"Dari pihak perusahaan telah menyetujui apa yang telah menjadi tuntutan warga," terangnya.

Dikatakan Lurah Ngadiono, Musyawarah ini resmi di hadiri oleh unsur pemerintahan, Kepolisian, Pengusaha dan warga serta Ketua RT dan ketua RW.

"Jadi hasil akhir Notulen musyawarah ini resmi, apa yang telah di sepakati bersama sudah menjadi menjadi ketetapan, Bila ada pelanggaran tentunya ada konsekuensinya," pungkasnya.

Sementara itu Pa Adi dari pihak Perusahaan Baja di Gang Manaco saat dimintai tanggapannya terkait acara mediasi warga enggan memberikan komentar.

"Maaf yah, hasil pertemuan kali ini  semua sudah tertuang dalam Notulen rapat," Ujar Pa Adi di dampingi rekannya."(*) 

Reporter : Ayu M
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.