IKLAN ATAS

Parah, Diduga Pengawas Tutup Mata, Proyek Drainase Di Gamprit Amburadul, Gunakan Pasir Urug

proyek Pembangunan Drainase Saluran Air
Redaksibekasi.com- Sukakarya: Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi sejatinya telah mengalokasikan Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) TA- 2018, untuk membangun sejumlah infrastruktur dalam segala bidang, Termasuk proyek Pembangunan Drainase Saluran Air/gorong-gorong di wilayah Kampung Gamprit RT 03/05 Desa Sukakarya kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, jumat (28/9/2018). 

Dalam rangka melaksanakan Tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) Sebagai Sosial Kontrol,  Awak media sempat menyambangi dan memantau proyek pengerjaan Pembangunan Drainase di Kampung Gamprit yang dikerjakan oleh Kontraktor sebagai rekanan Pemda Kabupaten Bekasi, Akan tetapi ada banyak Temuan yang di dapat di lapangan.

1-Dilokasi proyek tidak terpasang papan proyek/bestek sebagai acuan sumber anggaran serta nilai Anggaran, Tidak adanya Konsultan dan Pengawas di lapangan, Sehingga adanya dugaan kuat pencurian Volume dan tidak sesuai spesifikasi yang ada"

2-Dapat dikatakan ada Persekongkolan jahat yang terstruktur antara Konsultan, Pengawas dan Pihak Kontraktor, Hal ini terlihat dari Kwalitas Pasir yang kemerahan seperti pasir urug serta Campuran Pasir dan Semen yang asal-asalan".

3-Dari Ukuran tinggi/badan hanya 30 Centimeter, sedangkan dalam Rencana Anggaran biaya Pada Umumnya 70 Centimeter, Sudah jelas hal ini jauh dari kata standar" Akankah ditambah Volume atau Panjangnya" hasil temuan dilokasi proyek Drainase di Kampung Gamprit.

Dari hasil temuan awak media di lapangan menjadi dasar untuk klarifikasi terhadap pihak pemborong atau pengawas atau siapapun yang bertanggungjawab dalam proyek Drainase di Kampung Gamprit.
Anehnya tak satupun orang yang dapat ditemui untuk klarifikasi (Konsultan, pengawas maupun Pihak kontraktor-red) yang ada hanya Tukang/pekerja"

Terpisah saat dimintai tanggapannya Iwan Sekjen Lembaga swadaya masyarakat (LSM) BMB, mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan drainase di kampung Gamprit RT 03/05 Desa Sukakarya diduga ada persekongkolan jahat dari para Pihak untuk meraup keuntungan yang lebih banyak.

"Yah, Sudah jelas ini permainan Kotor  para Konsultan, pengawas dan pihak Kontraktor harus segera di tindak tegas, beri mereka pembelajaran dan efek jera," Ujar Iwan di wilayah Sukakarya.

Dikatakan Iwan, Sebagai Lembaga tentunya merasa perlu untuk memberikan advice kepada pemerintah khususnya cq DPRKPP.

"Atas nama lembaga (LSM BMB-red) saya minta agar PPK segera melakukan Audit kelapangan bila perlu mem-blacklist CV yang mengerjakan proyek Drainase di Gamprit," tegas Iwan Sekjen LSM BMB."(*) 

Reporter : Abidin 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.