IKLAN ATAS

Sempat Heboh, Siswa Kelas IX SMPN 2 Cabang Bungin Pulang Sekolah Keliling Jual Telor Gulung

Rana Siswa Kelas IX SMPN 2 Cabang Bungin, 
Redaksibekasi.com- Cabangbungin: Maraknya perbincangan di Facebook dan group WA yang beredar terkait Rana Siswa Kelas IX SMPN 2 Cabang Bungin, menjadi penjual Telor gulung seusai pulang sekolah, Hal ini menjadikan sebuah pertanyaan besar Khoiruddin HS,S.Pd/Humas SMPN2 Cabang Bungin.

Dikatakan Khoiruddin dirinya seakan tak percaya dan belum yakin jika ada Murid di Sekolahnya sempat menjadi perbincangan hangat sesama rekan sejawat. Untuk hal tersebut perlu kiranya sebagai Humas SMPN 2 Cabang Bungin dirinya melakukan 'home visit' agar lebih jelas.

"Dengan mandat ibu kepala sekolah (Sumarni, M.Pd) langsung 'home visit' ke rumah yang bersangkutan," kata Khoiruddin, Senin (10/9).

Dikisahkan Khoiruddin, mengawali perjalanan ke rumah Rana memang cukup melelahkan, jarak dari sekolah ke rumah Rana cukup jauh yakni kampung Bulak yang terletak di ujung kampung Penombo ditambah lagi masih ada + -1Km jalan yang rusak parah.

Awalnya dirinya tak percaya, akan tetapi faktanya berbicara lain, bahkan dirinya cukup mencengangkan, kami mengira bahwa berita soal Rana penjual Telor gulung Hanya  sekedar pemanis gambar saja,'selfy' 

"Ternyata kami salah, Rana benar-benar seperti yang dibicarakan oleh teman-teman di FB atau grup-grup WA," terangnya sambil menarik nafas dalam-dalam.

Rana, begitulah nama panggilan dan juga nama aslinya kata Khoirudin kepada media, Ia adalah siswa kelas IX SMPN 2 Cabang Bungin. Secara fisik ia memang memiliki postur tubuh paling kecil diantara teman seangkatannya, Namun ia mempunyai jiwa besar dalam menjalankan kehidupannya. 

Lanjutnya, Anak seusianya yang umumnya lebih banyak bermain usai pulang sekolah justru ia malah mau melakukan hal yang sangat positif-membantu orang tua dengan menjadi penjual telor gulung keliling bahkan mampu untuk menepis semua hal yang menyudutkannya. Tak kuasa hati ini, Saya berikan jempol buat Rana, Ia tidak malu apa lagi gengsi seperti umunya anak 'zaman now'," tuturnya.

Alkisah, Rana lahir dalam keluarga kecil dari seorang ayah bernama Abdullah (pa Aab) dan istrinya. Ia memiliki dua orang adik. Sebagai anak pertama mungkin dirinya merasa perlu membantu orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terutama untuk ongkos dan kebutuhan sekolah serta uang jajan dia dan kedua adiknya. Hali ini sudah ia lakukan sejak beberapa bulan lalu, tepatnya semenjak Romadhon tahun ini.

"Pada Romadhon kemarin anak saya ini meminta saya untuk menyiapkan peralatan dagang telor gulung, katanya dia mau jualan buat tambahan uang jajannya, saya pun melarangnya karena saya tidak tega," Tutur Pa Aab (Ayahnya) kepada Khoiruddin yang sempat bincang-bincang.

Dikatakan Pa Aab, Anak saya badannya kecil sementara peralatan dagang dan motornya jauh lebih besar dari pada badannya. Memang dulu saya pernah jadi penjual telor gulung namum saya putuskan untuk berhenti karena kekurangan modal dan jauh dari mencukupi kebutuhan hidup kami pada waktu itu dan saya beralih profesi menjadi buruh lemari di kampung sebelah.

"Kemauan anak saya tidak terbendung dan hingga kini ia masih berjualan telor gulung. Saya selaku orang tua merasa malu karena tidak bisa mencegah kemauan anak saya dan saya sendiri merasa tidak tega terserah apa penilaian orang pada saya," tukasnya.

Sementara itu di sela perbincangan, Khoiruddin selaku Humas SMPN 2 Cabang bungin, berkesempatan untuk bertanya langsung pada anak didiknya (Rana). Jawabannya sama persis dengan yang dituturkan oleh ayahnya. Ia tidak ada yang memaksanya untuk berjualan, malah ia memaksa orang tuanya untuk mengizinkannya berjualan.

"Kini kami hanya bisa berdo'a dan berharap agar aktifitasnya tidak mengganggu pelajarannya dan tetap bersemangat untuk berangkat sekolah," pungkasnya."(*)

Reporter : red
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.