IKLAN ATAS

Diduga Pengawas Alergi Media, Konfirmasi Hasil Coran 6-8 Cm, Nomor WA Malah Di Blokir

Ketinggian Coran 6cm
Redaksibekasi.com- Babelan: Wilayah Kecamatan Babelan khususnya Desa Muara Bakti dan sekitarnya dapat dikatakan sedang Panen Proyek yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan belanja daerah (APBD) TA-2018.

Hampir setiap saat Truk Molen/Mobil Keong lalu lalang di Jalan raya Babelan di tambah lagi Kendaraan Dinas Bina Marga (Mobil Cordrill-red) yang sering jadi perhatian para  pengagum Cor-coran. Akan tetapi sangat miris hasil akhir dari pekerjaan Cor-coran Jalan lingkungan (jaling) ditemukan Ketebalan Cor 6- 8 Centimeter, Artinya dibawah standar (15 Cm-red), Seperti halnya yang terjadi di di wilayah RT 05 RW 04 kampung Babakan Muara Bakti kec. Babelan.

Hasil investigasi awak media terkait temuan dilapangan (Ketebalan 6-8 Cm) diduga menjadi alasan kuat, Kinerja Konsultan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sering di pertanyakan yang seharusnya mengawasi kegiatan Proyek pengecoran Jaling tersebut. Selasa (1/10/2018).

"Aneh tidak ada tindakan yang tegas dari Peran Pengawas dan Konsultan untuk memberi teguran atau sangsi terhadap pemborong nakal yang mencuri volume"

Sementara itu awak media mencoba konfirmasi (by phone-red) kepada pengawas kegiatan, Akan tetapi mungkin pengawas Alergi media. 

"Pengawas enggan komentar bahkan. nomor WhatsApp awak media pun di blokir, Seolah lepas dari tanggung jawab sebagai pengawas," 

Terpisah, Maruloh Ketua Lembaga Aliansi indonesia menuturkan, Menyikapi hasil temuan awak media di lapangan soal hasil akhir Cor-coran 6-8 Centimeter di wilayah RT.05 /04 kampung Babakan desa muara bakti kecamatan Babelan kabupaten bekasi, merasa heran dan geram.

"Kuat dugaan pemborong punya maksud tertentu agar mengeruk keuntung berlipat kerjasama dengan pengawas, Sedikit kurangi volume ketinggian coran yang ada, (Modus untung banyak-red)," tegas Maruloh, Selasa (2/10).

Dikatakan Ketua Aliansi Indonesia, dari Hasil investigasi dilapangan juga diketahui tidak terpasang bestek/papan proyek.

"Ini gak bener nih, harusnya ada papan proyek sebagai acuan kegiatan dan transparansi keterbukaan informasi publik (KIP), Sebagai lembaga berharap instansi terkait dapat menjadi atensi khusus, kalau perlu Ibu bupati Bekasi dr.Hj.Neneng yasin tinjau langsung proyek siluman yang bersembunyi ditempat terang," tegas Maruloh dengan nada kesal."(*) 

Reporter : Tim
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.