IKLAN ATAS

GRPPH-RI Minta Dinas Tarkim Sidak Hasil Coran 6-8 Cm Di Desa Muara Bakti Babelan

jaling ditemukan Ketebalan Cor 6-8 Centimeter
Redaksibekasi.com- Babelan: Carut marut terkait Kegiatan pembangunan infrastruktur jalan lingkungan (jaling) di wilayah kabupaten Bekasi khususnya di wilayah kecamatan babelan, yang dinilai sarat penyimpangan terindikasi peluang Kolusi korupsi nepotisme (KKN).

Ketua Gerakan Rakyat Peduli Penegak Hukum Republik Indonesia (GRPPH-RI) Syhaban Siregar.SH angkat bicara soal maraknya pemberitaan terkait bobroknya hasil  akhir pekerjaan pembangunan yang diduga tidak sesuai spek Rencana Anggaran Biaya (RAB)  yang sudah di tentukan oleh Dinas, Sampai tidak pasang Plang proyek, hingga akhirnya dipertanyakan peran pengawas dan Konsultan.kamis (4/10/2018). 

Diduga Pengawas Alergi Media, Konfirmasi Hasil Coran 6-8 Cm, Nomor WA Malah Di Blokir http://www.redaksibekasi.com/2018/10/diduga-pengawas-alergi-media-konfirmasi.html

"Sangat miris hasil akhir dari pekerjaan Cor-coran Jalan lingkungan (jaling) ditemukan Ketebalan Cor 6-8 Centimeter, Artinya dibawah standar (15 Cm-red), Seperti halnya yang terjadi di di wilayah. RT 05 RW 04 kampung Babakan Muara Bakti kecamatan Babelan," Terang Syahban. 

Dikatakan Syahban, pihaknya akan terus mengawal dan akan melayangkan surat ke Dinas terkait dan BPK agar pekerjaan tersebut di Audit atau di cor ulang sesuai RAB. Pungsi pengawas konsultan dan PPTK harus lebih tegas untuk memantau pekerjaan yang sedang berjalan. Yah akan kita layangkan surat ke Dinas Terkait, jika perlu di Audit dan di cor Ulang, karena selama ini marak nya pemberitaan hanya dianggap angin lalu, seolah tak peduli, wajar bila dikatakan Pejabat ngumpet lepas tanggung jawab," Tegas Syahban di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Dari Hasil investigasi awak media terkait temuan dilapangan (Ketebalan 6-8 Cm) diduga menjadi alasan kuat, Kinerja Konsultan dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sering di pertanyakan yang seharusnya mengawasi kegiatan Proyek pengecoran Jaling tersebut. Selasa (1/10/2018).

"Aneh tidak ada tindakan yang tegas dari Peran Pengawas dan Konsultan untuk memberi teguran atau sangsi terhadap pemborong nakal yang mencuri volume"

Sementara itu awak media mencoba konfirmasi (by phone-red) kepada pengawas kegiatan, Akan tetapi mungkin pengawas Alergi media. 

"Pengawas enggan komentar bahkan. nomor WhatsApp awak media pun di blokir, Seolah lepas dari tanggung jawab sebagai pengawas."(*) 

Reporter : Iwan 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.