IKLAN ATAS

Pengawas Konsultan Diduga Ngumpet, Warga Kecewa Soal Pembangunan TPT Pulo Puter Paket 5

Pembangunan TPT jalan Puloputer paket 5
Redaksibekasi.com- Tambun Utara: Lagi marak jadi sorotan publik soal Tupoksi dari peran Pengawas dan konsultan dalam setiap pengerjaan proyek Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi, Yang di kerjakan oleh Rekanan Pemda, Melalui alokasi Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) TA- 2018, untuk membangun sejumlah infrastruktur dalam segala bidang, Termasuk proyek Pembangunan TPT jalan Puloputer-Tambelang paket 5  Kecamatan Tambun utara.

Dari hasil liputan awak media di sejumlah titik pengerjaan proyek Pemda Kabupaten Bekasi, di dapati sebuah Papan proyek (banner-red) yang terpampang jelas dengan nilai kontrak Rp. 329,903,300. Pelaksanaan CV. Putra Mandiri, Lokasi Proyek Pembangunan TPT jalan Puloputer-Tambelang paket 5 Kecamatan Tambun utara.

Dilihat sekilas proyek ini jelas, Ada Papan Proyek, ada yang Kerja (pembangunan TPT-red), namun anehnya dilokasi kegiatan tidak di temukan adanya Peran Pengawas dan Konsultan.

"Yang menjadi catatan dalam pengerjaan pemasangan Pondasi TPT, ditimbun dengan tanah urugan bukan dengan Adukan (pasir+Semen)," Minggu (31/9) data Photo, Video lengkap.

Hal ini tentunya menjadi catatan khusus untuk ditindaklanjuti selaku sosial kontrol berharap konfirmasi terhadap Pengawas atau konsultan soal pemasangan pondasi batu kali yang diduga tidak sesuai spek dari kualitas pekerjaan.

"Dimana Pengawas dan Konsultan, Seharusnya pasangan batu kali memakai adukan semen dan pasir tapi dasar pondasi tersebut menggunakan tanah sisa galian tersebut".

Hal ini tentunya tak dapat dibiarkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bidang pengelolaan jalan dan jembatan. Diminta tegas untuk melakukan pengecekan pekerjaan tersebut, Seharusnya.

Sementara itu Najan (35) Warga Tambun Utara, yang kebetulan berada di lokasi kerja Proyek Pembangunan TPT jalan Puloputer-Tambelang paket 5 Kecamatan Tambun utara kepada awak media mengatakan.

"Ini gak bener kerjaan asal jadi, tanpa pengawas dan konsultan, Pembangunan  TPT ini (Sambil melihat Papan proyek-red) diduga banyak kejanggalan dari cara kerja yang asal-asalan," tegas Najan selaku warga yang Peduli lingkungan.

"Coba liat, masa pasang pondasi dasar tidak menggunakan adukan, tapi menggunakan tanah bekas galian, Kemungkinan ada kerjasama nih Pemborong dan pengawas, bisa Menang banyak nih," imbuh Najan.

Dikatakan Najan.S, Soal panjang pengerjaan saya tidak mengetahui secara pasti karena tidak tercantum di papan proyek dan Anehnya tidak ada pengawas dan konsultan yang dapat memberikan penjelasan, entah ngumpet atau memang hanya nunggu di warung saja.

"Sebagai warga, saya minta agar PPK segera melakukan Audit kelapangan bila perlu  mem-blacklist CV yang mengerjakan proyek tersebut, diduga Proyek TPT Paket 5 jadi proyek KKN berjamaah," Tegasnya Najan."(*)

Reporter : Iwan 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.