IKLAN ATAS

Petani Menjerit, Empat Kades Tuntut GP3A Cabang Bungin, Pasokan Air Agar Lancar

Add caption
Redaksibekasi.com- Cabangbungin: Pada awalnya Empat kepala Desa di wilayah Cabang Bungin menuntut  Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Cabang Bungin terkait kurang maksimal debit air yang sudah delapan bulan berjalan dimulai musim tanam bulan pebruari hingga pada saat ini bulan Oktober 2018 debit air yang dialirkan dari waduk, tidak bisa mengairi luasnya are kurang lebih seluas 700 Hektar dari empat Desa tersebut. Hal ini disebabkan dari mesin yang berjumlah 11 Unit hanya 6 Unit (mesin) yang beroperasi dan untuk yang 5 unit (mesin) hingga saat ini tidak beroperasi mati total.

Untuk itu empat Kepala Desa menuntut pada Pengurus GP3A Cabang Bungin untuk memaksimalkan penyaluran air dan memperbaiki 5 Mesin yang rusak pada saat ini untuk bisa beroperasi lagi agar bisa mengairi area seluas 700 Hektar tersebut, Rabu ( 03/10) pagi. 

Terkait hal tersebut bertempat disekretariat  GP3A diadakan Rapat Kordinasi kegiatan pemberdayaan GP3A (Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air) dan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) mengundang empat Kepala Desa yang wilayahnya menggunakan air dari  waduk GP3A Cabang Bungin tersebut.
acara GP3A yang dihadiri sebanyak 40 orang  terdiri dari, Unsur Muspika, Empat Kepala Desa diantaranya Desa Setia jaya Desa Lenggah Jaya Desa Setia Laksana dan Desa Jaya Laksana Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi turut hadir pada acara tersebut Bhabinkamtibmas, Koramil 03/Bhabinsa dan perangkat petugas pengurus serta anggota GP3A/P3A Cabang Bungin. 

Ketua GP3A Karno selaku PLT dalam sambutannya mengajak pada seluruh pengurus GP3A dan pengurus P3A untuk lebih proaktif lagi dalam melaksanakan tugasnya masing masing wilayah binaannya.
Agar di musim tanam ini bagi para petani di empat Desa tidak lagi kekurangan air," ujarnya 

Dikatakan Karno, Terkait 5 Unit mesin yang saat ini mati ini yang menjadi pokok permasalahan tidak maksimalnya debit air dan tidak sampainya air ke wilayah yang paling jauh dari waduk GP3A contoh ke BKG 48  sampai BKG 25 Kampung Cangkring Desa Jayalaksana. 

"Awalnya dengan jumlah 11 mesin yang beroperasi ke BKG-BKG tersebut air bisa sampai  maka dengan 5 mesin mati air tersebut tidak sampai lagi," tegas karno

Sementara itu Perwkilan dari kepala Desa yang hadir dalam undangan kordinasi GP3A   H.Mardi Suparjo Rustam Kepala Desa setia Jaya setelah mendengar paparan dari ketua GP3A PLT terkait tidak maksimalnya debit air selama delapan bulan akibat lima mesin yang mati total dengan berempug empat kepala Desa sepakat akan membantu untuk memperbaiki mesin yang mati (Dinamonya) sepakat akan menganggarkan sebanyak 25.000.000,-dari kocek pribadi kepala Desa secepatnya.

"Untuk kepentingan warga kami akan lakukan apapun agar warga masyarakat kami khususnya wilayah kecamatan cabang Bungin untuk di musim tanam ini tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi persawahannya," tegas Kades Setia jaya H.Mardi."(*)

Reporter : Yoma 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.