IKLAN ATAS

Antusias Warga Desa Suka Makmur Menjalankan Maulid Nabi Dan Sedekah Bumi

Add caption
Redaksibekasi.com- Sukakarya: Seperti kebanyakan desa yang lainnya, di bulan Maulid ini Desa Suka Makmur juga mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan sedekah bumi.

Bertempat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Bekasi,  peringatan maulid ini dihadiri oleh Muspika kecamatan, Bimaspol/Babinsa, juga Ustadz Komarudin yang lebih dikenal dengan sebutan Ustadz Dobrak, beliau berasal dari Desa Suka Karya dan bertindak sebagai pemberi tausiyah, turut hadir Kyai Serbet yang merupakan salah satu pemuka agama dari daerah Bojong, dan tokoh-tokoh agama lainnya dari tiap wilayah, serta ibu-ibu jamaah pengajian wilayah setempat.

Dengan membacakan Suratul Fatihah dan mengucap syukur kehadirat Allah SWT, serta menghadiahkan sholawat dan salam pada Junjungan, Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid dimulai. dan Semua jamaah yang hadir pun mengikuti acara dengan khidmat .

Tausiyah yang diberikan oleh Al Ustadz pun berkisar tentang kelahuran Nabi Muhammad SAW. Esensinya adalah selain  meningkatkan iman dan islam, umat Nabi Muhammad SAW juga diminta untuk lebih mempertebal ketaqwaannya kepada Allah SWT.

Acara memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW ditutup dengan mengucapkan hamdalah sekitar pukul 12.30 WIB. Dan dilanjutkan untuk melakukan sedekah bumi kurang lebih  sekitar pukul 17.00 WIB.

Seperti peringatan Maulid Nabi, sedekah bumi pun melibatkan seluruh elemen masyarakat, karena acara adat ini merupakan budaya desa yang setiap tahun khususnya di bulan Maulid selalu di adakan. Dan budaya ini kian dilestarikan sampai sekarang.

Berkumpul di kediaman Kades Suka Makmur terpilih periode 2018-2024, Bpk. Wawan Kurniawan, masyarakat datang dengan membawa suguhan hasil bumi, seperti berbagai nasi tumpeng dengan kiasan lauk pauknya, nasi ketan kuning merah hitam dan putih, berbagai makanan dari jenis hewani seperti bekakak ayam, sate, pindang ikan dan juga makanan lainnya tidak luput mereka sajikan. Mereka menentukan sendiri makanan apa yang akan mereka bawa sebagai suguhan untuk sedekah bumi ini.

Dengan semangat dan antusias yang tinggi mereka berbondong-bondong menuju Bendungan Caringin, yang merupakan tempat yang sudah ditentukan untuk acara tersebut.

Prosesi acara dipimpin oleh Mbah Beon selaku sesepuh desa tersebut dan doa penutupnya dipimpin oleh amil Jumintha. Hal yang paling unik dari kegiatan ini adalah penanaman kepala kerbau, yang dilakukan setelah prosesi acara permohonan doa dan harapan di tunaikan. Dan malamnya di laksanakan pelakonan Wayang Kulit.

Budaya turun temurun ini tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat desa. Karena ritual ini merupakan salah bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala nikmat dan karunia yang sudah di berikannya.

Bpk Impang yang merupakan salah satu sesepuh di desa tersebut menjelaskan bahwa tradisi ini pertama kali dilakukan sejak Bendungan Caringin berdiri yaitu sejak zamannya Bupati H.Wikanda Darmawijaya yang kala itu yang menjabat sebagai Lurahnya adalah Bpk.H. Kaih Sainan. 

Di temui di dua tempat terpisah, Bpk. Wawan Kurniawan selaku Kepala Desa  Suka Makmur yang baru terpilih juga memaparkan bahwasanya ritual ini merupakan ritual pertama yang saya jalankan. Dan harapan saya juga masyarakat Desa Suka Makmur semoga selalu diberikan keberrkahan rezeki oleh Allah SWT, dan pertaniannya juga berjalan dengan lancar, hasil panen melimpah, dan terhindar dari segala jenis hama apapun."(*) 

Reporter : Ayu m
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.