IKLAN ATAS

Disdukcapil Kota Bekasi Musnahkan 25.653 Keping KTP-el Rusak

Add caption
Redaksibekasi.com- Bekasi: Berdasarkan surat edaran Mentri Dalam Negeri Nomor. 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018, Pemerintah Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat,  Melakukan pemusnahan, atau pembakaran KTP elektronik sebanyak 25,653 keping. Pemusnahan bersama Polres Metro Bekasi Kota dan Kodim 0507 itu membakar fisik KTP-el yang mengalami kerusakan fisik.

"Ini untuk menghindari jangan sampai KTP-el ini digunakan pihak-pihak yang tidak benar atau juga untuk hal-hal yang memang tidak benar," kata Plt Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Jamus Rasidi, Rabu, (19/12).

Ada beberapa kategori yang membuat ribuan KTP-el tersebut dimusnahkan. Pertama, masa berlaku KTP-el belum seumur hidup dan dikembalikan oleh warga. Jadi diminta ganti (oleh warga) dengan masa berlaku seumur hidup," ungkapnya.

Jenis KTP yang di musnahkan, adalah L. Artinya yang warga minta ganti, karena ada masa berlakunya dengan yang baru yaitu berlaku seumur hidup. Kemudian KTP-el yang non elektronik, kemudian KTP -el yang salah di cetak artinya duble dalam percetakan.

Kemudian, KTP yang dibagikan bukan KTP-el. Ketiga, KTP-el tersebut salah cetak.

"Artinya double pada saat proses pencetakan. Ini semua kita himpun dan hari ini sudah kita lakukan pemusnahan," tegas Jamus. Jika kembali menemukan KTP-el yang mengalami kerusakan, maka Disdukcapil Kota Bekasi akan kembali melakukan pemusnahan," paparnya.

Dikatakan Jamus,  Mengenai jumlah penduduk wajib KTP di Kota Bekasi 1,7 juta jiwa yang wajib mempunyai KTP-eL dan itu menjadi DPT. Dan saat ini kita sudah melakukan perekaman 93%, atau hanya tinggal 7% lagi yang belum melakukan perekaman. 7% ini bisa pemula yang artinya baru menginjak usia 17 Tahun, karena ini data berjalan.

"Jemput bola akan kami lakukan supaya para pemula ini bisa melakukan perekaman KTP-el,"tambahnya Menjawab pertanyaan para awak media mengenai penggunaan blangko yang tidak sesuai, Jamus Rasidi mengatakan, Penggunaan blangko KTP-el ini, langsung di monitor oleh Kemendagri," ujarnya.

Karena kala kita cetak langsung Run Reportnya ada di Kementrian Dalam Negeri, sebagai barang bukti. Kalau kita masih menyimpan maka pihak Kemendagri akan mengetahuinya. karena setiap percetakan langsung teriport data base Kemendagri," pungkasnya."(*)

Reporter : Ayu m
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.