IKLAN ATAS

Kurang Peduli, Pelayanan Di Kecamatan Babelan Dikeluhkan Penyandang Disabilitas

Add caption
Redaksibekasi.com- Babelan: Aditya (21), warga Perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan terpaksa harus dibopong keluarganya dari kursi roda ketika hendak masuk ke kantor Kecamatan Babelan, untuk melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-ktp).

Aditya, penyandang disabilitas yang tercatat sebagai siswa kelas II SLB Taman Harapan Baru, Kecamatan Medan Satria ini diantar keluarganya ke Kecamatan Babelan, ingin sekali memiliki  data diri dengan melakukan perekaman.

"Saya ke sini mengantar anak saya untuk melakukan perekaman E-KTP. Aditya sudah punya KTP tapi belum E-KTP, makanya saya antar ke Kecamatan karena ingin melakukan perekaman E-KTP, tapi harus dibopong karena enggak ada sarana untuk melintas kursi roda," ujar Sri, orangtua Aditya.

Pantauan awak media, pihak Kecamatan Babelan memang dengan sengaja tidak menyiapkan sarana prasarana untuk warganya bagi penyandang disabilitas, padahal bangunan tersebut masih terbilang baru, Anehnya pengguna kursi roda terlihat sangat kesulitan masuk ke kantor kecamatan tersebut.

"Harusnya pihak Kecamatan Babelan menyiapkan jalur kursi roda bagi penyandang  disabilitas. Setidaknya Pemerintah memikirkan juga pelayanan atau ada perlakuan khusus bagi disabilitas," tegas Rochmatillah, Pemerhati sosial yang membantu Aditya untuk masuk ke kantor Kecamatan Babelan, Rabu (12/12).

Menurutnya, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi harusnya peduli kepada para penyandang disabilitas di semua satuannkerja perangkat daerah (SKPD), apalagi di setiap kecamatan, Kelurahan maupun desa yang bersentuhan langsung dengan warganya.

"Kami berharap  Bupati Bekasi (Plt yang saat ini menjabat Eka Supria Atmaja-red) atau melalui bawahannya agar lebih peduli terhadap para penyandang disabilitas yang merupakan warga Kabupaten Bekasi.," imbuhnya.

Hingga berita ini tayang di redaksibekasi.com, pihak pemerintahan  kecamatan Babelan belum ada yan dapat di konfirmasi,

Ada beberapa hal yang perlu di konfirmasi  lainnya awak media kepada Camat Babelan Deni Mulyadi terkait minimnya sarana dan prasana bagi penyandang Disabilitas serta Kamar Mandi Toilet (Pria) mampet tersumbat berbulan-bulan tanpa penanganan yang jelas, Serta tak ada Miror (kaca) di Kamar Mandi Toilet (P/L) sebagai mana lazimnya di sebuah perkantoran.

"Padahal ada anggaran perawatan gedung dari pemda Kabupaten bekasi,"pungkas Rochmatillah, Pemerhati sosial."(*) 

Reporter : red 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.