IKLAN ATAS

Nyaris Bentrok Pisik, Penyelesaian Sengketa Lahan Di Tarumajaya Berujung Ricuh

Add caption
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Persoalan sengketa lahan yang terjadi di wilayah kecamatan Tarumjaya, Nyaris menimbulkan bentrok fisik antara dua kubu yang berseteru lantaran keduanya sama-sama mengklaim memiliki bukti yang berkekuatan hukum untuk penguasaan lahan di lokasi yang sama di Kampung Sungai Niri Paljaya RT 002/30 Desa Segara Jaya kecamatan tarumajaya (saat ini di lokasi tersebut sedang ada pengurugan -red) oleh pihak pekerja yang atas dasar perintah (SPK -Bos RN). Rabu (26/12).

Diketahu sebelumnya, Lokasi Lahan yang ada di Kampung Sungai Niri Paljaya RT 002/30 Desa Segara Jaya kecamatan tarumajaya sedang dalam proses Pelaporan dan proses mediasi antara Pihak yang berseteru, Marhalih.Cs (Keluarga Ahli waris Saih Bin Jebras-alm) dengan Sdr. Sanan Terduga pelaku Tindak pidana memasuki pekarang orang lain tanpa izin (LP Polrestro Bekasi terlampir No: No: LP/1129/705-SPKT/K/XII/2018/Restro Bekasi Tanggal 19-122018, yang dilanjutkan pelaporan  ke Polda Metro jaya. Oleh Keluarga Ahli waris Marhalih Cs terhadap sdr. Sanan. 

Sementara itu dari hasil pantauan awak media di lokasi, Pada saat Marhalih. Cs (Keluarga Ahli waris Saih Bin Jebras-alm) datang ke lokasi untuk menyetop pekerjaan pengurugan di kampung Sungai Niri, Tiba-tiba disambut oleh sekelompok orang yang mengaku orang suruhan Bos RN (Ronald) Disaksikan ada kegiatan pengurugan dan pemadatan lahan oleh pihak yang mengklaim dapat  SPK dari Bos RN.

"Yah, kehadiran kita di lahan ini untuk  mengamankan aset keluarga ahliwaris Saih Bin Jebras-alm dari para pihak yang diduga ikut mengaku memiliki kepentingan juga terhadap lahan tersebut (gak tau apa bukti autentik mereka-red)," Kata Marhalih di dampingi LSM RIB. 

Dikatakan, Marhalih, Para pihak yang saat ini sedang melakukan pengurugan  lahan ditenggarai oleh SPK dari Bos RN,  Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dilapangan, Kami dari Keluarga (Marhalih Cs) menyerahkan sepenuhnya persoalan keluarga kami kepada melalui advokasi dari Lembaga swadaya Masyarakat Rakyat Indonesia  Berdaya (LSM-RIB). 

"Ya..Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, segala persoalan yang berkenaan dengan persolan lokasi kami serahkan kepada RIB, Agar status hak kepemilikin lahan di wilayah Sungai niri dapat kembali kepada keluarga Ahli waris," Pungkasnya  

Dari info yang di himpun, Pihak Pekerja pengurugan bersama tim lainnya tetap bersikukuh untuk  melanjutkan  pekerjaan pengurungan atas dasar SPK dari Bos Ronal (RN). Dari pihak yang ada di lapangan bersih keras mempertahankan lokasi tersebut yang sedang di lakukan Pengurukan. Dengan dalih 

"Saya di sini hanya kerja menjalankan perintah sesuai SPK dari pak ronal. Yang berhak memberhentikan pekerjaan hanya pak ronal," terang pekerja pengurugan.

Terpantau di lokasi, Dari Tim LSM RIB, Terus memantau proyek pengurugan di atas lahan milik keluarga ahli waris Marhalih Cs, yang telah di kuasakan pendampingan hukun kepada Tim advokasi LSM RIB. 

"Akan terus kita lakukan langkah-langkah hukum untuk melakukan pendampingan, pembelaan terhadap Marhalih Cs agar dapat menguasai lokasi lahan yang telah dilakukan pengurugan oleh pihak lain," tegasnya."(*) 

Reporter : tim
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.