IKLAN ATAS

Program Teras IWO Gelar Acara 'Ngopi Yuu' Bersama Kasatreskrim Polres Indramayu

Add caption
Redaksibekasi.com- Indramayu: Penanganan kriminalitas seperti pencurian dengan kekerasan (curas) serta pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di Indramayu membutuhkan komitmen bersama. Kesimpulan ini mengemuka di
Program Teras IWO Ngopi Yuu (Ngobrol Pinter Wong Dermayu) dengan tema "Kapolres datang, begal hilang" yang digelar di Aula Hotel Flamingo Losarang Indramayu, Jumat (14/12) lalu.

Program teras IWO yang digelar oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Indramayu ini dihadiri oleh Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Suseno Suseno Adi Wibowo, S.IK, Tokoh masyarakat, Komunitas ojek online, KNPI dan Komunitas Motor XTC dan Undangan lainnya.

Dalam Kesempatan tersebut Kasatreskrim Polres Indramayu AKP Suseno Suseno Adi Wibowo, S.IK mengatakan, Keberhasilan Polres Indramayu dalam mengungkap curanmor dan curas, tidak akan maksimal, jika tidak ada peran serta masyarakat. Kami juga butuh dukungan masyarakat, biar semuanya bersinergi,"kata dia.

Terkait curanmor, masyarakat jangan ragu untuk melapor kepada kepolisian.

"Stakeholder yang ada  bisa berkoordinasi dengan Polsek, membantu patroli polisi dan melakukan siskamling yang memiliki potensi gangguan keamanan,"ungkapnya.

"Pada bulan ini, 24 tersangka, 5 curat dan 19 curanmor serta 312 unit kendaraan dan 40 teridentifikasi sudah diserahkan pada masyarakat pemilik,"pungkas AKP Suseno Suseno.

Sementara itu Ketua KNPI Kabupaten Indramayu, Yoga Rahadiansyah mengatakan pelaku begal mempunyai motif ekonomi. Tentunya pihak Kepolisian sangat lebih memahami tentang pola pelaku begal. Tetapi, tidak mudah juga dalam memberantasnya, karena ada keterbatasan.

"Solusi lain, pemuda harus banyak dilibatkan dalam program pemerintah serta pemberdayaan. Dengan kesibukan yang padat, kecil kemungkinan bagi pemuda untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti membegal,"kata dia.

Dalam acara Program teras IWO, Dihadiri juga oleh Anggota komisi I DPRD Kabupaten Indramayu, Ahmad Mujani Nur, Beliau menjelaskan terkait minimnya penerangan jalan serta CCTV di sejumlah ruas jalan yang rawan aksi begal, Hal ini harus menjadi perhatian.

"Di Indramayu baru ada 14 CCTV di sejumlah ruas jalan. Jumlah ini sangat kurang dan menyulitkan aparat kepolisian dalam mengungkap pelaku begal,"kata dia. Polres Indramayu harus mendapatkan support yang maksimal dalam hal infrastruktur keamanan yang memadai," tutupnya.

Dipenghujung Acara, Ada harapan yang disampaikan dari Farhan, mewakili rekan lainnnya sesama komunitas ojek online Indramayu, Meminta agar keamanan di jalan bisa terus ditingkatkan. Kami bekerja 24 jam. Kadang kalau malam kami juga harus lebih waspada. Apalagi ancaman begal juga cukup membuat kami sedikit takut," Ungkap Parhan."(*) 

Reporter : red 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.