IKLAN ATAS

Pemkab Bekasi Dan Pemkot Bekasi, Gotong Royong Atasi Masalah Sampah Di Kali Pisang Batu Tarumajaya

sampah yang memenuhi hampir sepanjang aliran Kali Pisang Batu di Kecamatan Tarumajaya
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Sebagai kelanjutan dari proses penanganan permasalahan sampah yang memenuhi hampir sepanjang aliran Kali Pisang Batu di Kecamatan Tarumajaya yang telah terjadi dalam kurun sepekan terakhir, Jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi melakukan Rapat Kordinasi Penanganan Permasalahan Sampah yang digelar di Kantor Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya pada Jumat (11/1).

Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dihadiri unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR), Camat Tarumajaya, Kepala Desa serta Unsur Muspika telah membuat kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Bina Marga dan Tata Air serta Perwakilan Camat dan Lurah Kota Bekasi.

"Masalah Sampah Pisang Batu ini adalah masalah bersama, dan kami telah sepakat untuk menyelesaikan masalah sampah ini bersama (red:Pemkab dan Pemkot Bekasi) mulai hari ini (11/1)." Ucap Dodi Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kab.Bekasi.

Adapun hasil kesepakatan bersama dalam Rapat Kordinasi tersebut diantaranya ialah: 1. Pengelolaan Sampah dengan melibatkan masyarakat di Sepanjang Kali Pisang Batu 2. Pengelolaan Sampah Oleh Masyarakat di sepanjang Kali Pisang Bantu dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah atau Bank Sampah 3. Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah selanjutnya akan berkordinasi dengan UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Wilayah I Tarumajaya 4. Dinas PUPR Kabupaten Bekasi akan memasang Jaring Sampah di perbatasan antara Kali Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dengan sepengetahuan Pihak Pemerintah Kota Bekasi 5. DBMSDA Kota Bekasi bersama sama DLH Kota Bekasi akan melakukan pengangkatan Sampah di PUP Kali Abang Tengah, Komplek Graha Persada Sentosa, dan Kavling Serut Taman Harapan Baru yang merupakan sungai sungai perbatasan antara Pemerintah Kota dengan Pemerintahan Kabupaten Bekasi 6. Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan berkomitmen menjaga dan membersihkan sampah di wilayah masing masing wilayah berbatasan 7. Menutup TPS Liar yang berada di wilayah masing masing.

Membentuk Kelompok Masyarakat Penanganan Sampah

Selain upaya upaya yang telah disepakati dalam penyelesaian permasalahan sampah antara pemerintah kabupaten dan pemerintah Kota Bekasi, pihaknya juga akan membentuk Kelompok Masyarakat di masing masing wilayah Desa yang ada di Kecamatan Tarumajaya. Dirinya akan berkordinasi lebih lanjut dengan pihak camat dan para kepala desa untuk membentuk Kelompok Masyarakat yang nantinya akan membantu dalam menjaga lingkungan dari sampah sampah liar khususnya di Kali Pisang Batu.

Pihaknya juga meminta agar masing masing Desa dapat membuat Peraturan Desa tentang pembentukan Kelompok Masyarakat Penanganan Sampah.

"Saya sudah meminta kepada enam kepala desa untuk membuat peraturan desa (Perdes) pengelolaan sampah atau melalui BUMDES untuk meningkatkan PAD"katanya.

Menurut dia, persoalan sampah memang begitu kompleks bukan hanya persoalan di kali pisang batu saja. Tetapi karena sudah menjadi fenomenal dan krusial kali pisang batu sepanjang 15 km tertutup full sampah, untuk kali yang lain biasanya hanya spot saja seperti sukatani spot 100 meter, kali lain 300 meter kemudian ada CBL.

"Tidak se fantastis yang di kali pisang batu jumlah sampah sangat luar biasa mencapai 15 KM,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dan Sumber Daya Air (PSDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, Nurchaidir usai rapat bersama menuturkan bahwa penumpukan sampah yang terjadi di kali pisang batu, desa pahlawan setia kecamatan tarumajaya disebabkan karena terhambat nya aliran kali sehingga sampah tersumbat dan tidak jalan.

"Sampah yang terbawa dari hulu sungai Kota bekasi menumpuk dan tidak jalan lantaran terhambat adanya tanaman bahkan airnya pun mengering" kata dia

Bahkan sebelum pertemuan dengan jajaran perwakilan Kota Bekasi, Dirinya sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan camat tarumajaya, kepala desa yng wilayah nya dilalui kali pisang batu serta masyarakat setempat guna membahas permasalahan sampah kali pisang batu. Untuk membersihkan dan mengangkat sampah dan tanaman yang menjadi penghambat arus air di kali pisang batu, DPUPR Kabupaten Bekasi telah mengirim alat berat beko sebanyak 3 unit dan dumping truck untuk mengangkut Ribuan kubik sampah yang ada.

"Antisipasi yang kita lakukan (bid pengairan-red) adalah dengan melakukan normalisasi di sekitar kali kemudian mengangkut dan membersihkan sampah maupun tanaman yang menjadi penyebab tidak lancar nya air mengalir."kata dia.

Dirinya juga menghimbau kepada kepala desa yang ada di enam desa kecamatan tarumajaya yang wilayahnya dilalui kali pisang batu agar membuat perarturan yang tegas soal sampah. Selain itu juga di perlukan andil dari masyarakat setempat  dalam menjaga lingkungan untuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali.

Seperti diketahui sebelumnya, sejak awal Januari Tahun 2019 Kali Pisang Batu berubah menjadi Lautan Sampah, Sepanjang Ribuan Meter Aliran Kali dipenuhi sampah sampah dari berbagai jenis dari mulai Sampah Limbah Rumah Tangga, Sampah pasar dan lain lain. Dalam penanganan yang dilakukan sejak Sabtu (6/1) Pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengangkut sekitar 2500m3 sampah atau setara 400 Ritase. Proses Pembersihan Sampah dari Kali Pisang Batu ditargetkan selesai pada Sabtu (12/1)."(*)

Reporter : red 
Editor : Luk 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.