IKLAN ATAS

isra miraj 2019

Anggaran Mesin Daur Ulang limbah Di TPS Kebon Bambu Kebalen Di Pertanyakan

Lokasi bangunan 
 Redaksibekasi.com- Proyek pembangunan gedung dan mesin pengolahan limbah/daur ulang di Kampung Kebon bambu Rt 01/4 kelurahan Kebalen di pertanyakan Liman selaku pengelola dan pemilik lahan berdirinya bangunan.
"Awalnya saya mengajukan Proposal melalui Aspirasi Dewan, untuk proyek pembangunan gedung dan mesin untuk pengolahan sampah limbah daur ulang dengan bahan baku limbah yang tersedia di Lokasi TPA Kebon bambu, selasa (26/9/2017).

Dikatakan Pak Liman,persoalan sampah dan pemberdayaan masyarakat tentunya merupakan tanggung jawab Pemerintah, akan tetapi yang menjadi soal Anggaran yang telah di gelontorkan,untuk pembangunan Gedung pengolahan Limbah/daur ulang,mangkrak mubazir karena tidak adanya Mesin pengolah limbah yang tersedia.
"Berdasarkan data yang ada, seluruh Anggaran pembangunan gedung pengolahan sampah dan mesin sudah di gelontorkan, tapi kenyataannya di lapangan hanya gedung kosong saja yang berdiri,tidak di lengkapi Mesin pengolah sampah daur ulang," terangnya.

Lanjut leman.Anggarannya cukup lumayan besar+ - Rp 100Jt,sayangnya  pembangunan gedung pengolahan limbah yang cukup lumayan bagus tidak dapat di manfaatkan sebagai mana mestinya oleh  para pemulung di sekitar TPA Kebon bambu.
"Kemana anggaran Rp 100 jt, menguap, sudah lebih dari setahun gedung pengolahan limbah, kosong tanpa Mesin, malah saa ini di jadikan warung sementara,"paparnya.

Sementara itu Jayadi (35),di lokasi TPA Kebon bambu,kepada media mengatakan.
"Saya hanya nempatin bangunan ini bersifat sementara aja  buat warung, sambil melayani pemulung dan pengepul limbah,selagi belum di pakai," terangnya.
Di tambahkan jayadi,dahulu memang pernah dengar, tentang pembangunan Pengolahan Limbah di lokasi TPA ini.
"Yah, sejak setahun lalu,berdirinya Bangunan ini, tidak pernah ada Mesin apapun, yang terpasang," jelasnya.

Saya hanya sebagai pengumpul barang bekas/ mulung, soal lainnya mengenai pembangunan gedung dan pemanfaatan nya, tidak mengetahui sama sekali.

"Awal jadinya pembangunan gedung ini, memang banyak yang datang,ada orang Kecamatan, kelurahan,Polsek,bahkan ada Dewan yang hadir juga,melihat bangunan ini," pungkasnya."(Cep/Luk) 
Diberdayakan oleh Blogger.