IKLAN ATAS

isra miraj 2019

Bupati Pasaman, Didesak Copot Jabatan Kepala Puskesmas Cibudak

Bupati Pasaman Yusuf Lubis
Bupati Pasaman,Yusuf Lubis
Redaksibekasi.com - Diduga lantaran mengabaikan keselamatan pasien dan dinilai tak bersedia merawat pasien Askes kelas 1, Bupati Pasaman Yusuf Lubis didesak mencopot jabatan Kepala Puskesmas Cibudak, Kecamatan Dua Koto, Helvi Yeriza.Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, Sayid Af Gani akibat ayahandanya tidak dirawat dengan baik oleh pihal Puakesmas Cibudak.

“Pada Jumat (22/9) lalu, Bapak saya dibawa ke Puskesmas Cubadak. Setelah itu dibawa pulang Minggu (24/9) pagi karena tidak mendapatkan perawatan dari dokter di puskesmas itu. Hanya sekali dokter memeriksa bapak, itu pun waktu mau masuk puskesmas, namun selama 2 hari dirawat, dokter tidak lagi ada bertanya maupun merawat nya,” ujar ketua IWO yang akrab dipanggil Bung Gani ini.Kemudian, kata dia, setelah hari Minggu keluar dari Puskesmas ayahandanya direncanakan akan dirujuk ke RSUD Lubuksikaping.

“Nah disini saya sempat adu mulut dengan Kepala Puskesmas,karena dokter itu mengatakan bapak saya tidak sakit, kalau mau dirujuk ke RSUD tidak bisa lewat UGD kalau pun bisa Bapak harus pura-pura sakit atau sakitnya diparah-parahkan. Makanya saya marah di puskesmas tersebut,” terangnya.

Ternyata, sambung dia, setelah sampai di IGD RSUD Lubuksikaping, pihak dokter mendiagnosa bahwa orangtuanya terkena penyakit jantung, dan harus dirawat Insentif di ruang HCU.
Mujur orang tua selamat sampai di Rumah Sakit M. Jamil Padang. Kalau sampai sekarang masih dirawat di Puskesmas Cubadak, Allahualam bapak saya ini bisa selamat,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut dia, atas nama Masyarakat Dua Koto miminta kepada Bupati Pasaman agar segera mencopot jabatan kepala Puskesmas tersebut.
Kalau tidak berarti bapak sudah ingkar janji kepada masyarakat Dua Koto untuk mensejahterakannya. Kalau kesehatan saja terancam bagaimana mau sejahtera,” keluhnya.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Kepala Puskemas Dua Koto seolah-olah mengelak mengatakan bahwa orang tua Sayid Af Gani tidak pernah dirawat disana dan tidak terjadi cekcok.Saya sedang bekerja sekarang, maaf ya”, katanya mengakhiri perbincangan, Kamis (27/9).

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Paham Pasaman Boy Roy Indra dalam hal ini menegaskan, karena diduga kurangnya pengetahuan tentang penyakit jantung Kepala Puskemas Cubadak Kecamatan Dua Koto salah dalam mendiagnosis penyakit. Diminta kepada kepala Dinas Kesehatan agar mengkaji ulang SK penempatan kepala puskesmas tersebut.Karena kalau kejadian ini terus berlanjut maka tidak tertutup kemungkinan akan berakibat fatal yakni meninggalnya pasien”, katanya.

“Untung saja pihak keluarga membawa pasien ke RSUD dan sekarang telah dirujuk ke rumah sakit padang karena diagnosis dari dr di RSUD ini adalah penyakit jantung”,sebutnya.

Jika karena salah mendiagnosis berakibat maninggalnya pasien maka dapat dikualifikasi yang disebut malpraktek yang dapat dituntut secara hukum” demikian ditegaskan oleh Ketua LBH Paham Pasaman,(28/9)."(Red) 

Diberdayakan oleh Blogger.