IKLAN ATAS

isra miraj 2019

DI DUGA TIDAK MEMPUNYAI SURAT,4 HEKTAR KEBUN MASYARAKAT DI RUGIKAN OLEH PIHAK PERKEBUNAN

Lokasi lahan perkebunan yang di rusak oleh oknum
Redaksibekasi.com Seiring isu yang beredar terkait pengrusakan lahan warga,saat ditemui pewarta,Man Pono selaku ketua Rw.003 Kelurahan Raya menyebutkan,"isu yang beredar tentang pengrusakan lahan kebun karet warga itu memang benar dan korban itu warga saya ucapnya, sabtu siang 23/09 tepatnya pukul 10.30 wib di salah satu warung kopi simpang air merah Desa Sungai Harapan Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga.

Dikatakan malah,saya sudah berkali-kali mendatangi,Hendra selaku pengawas perkebunan terus terakhir saya menemui NIKO sekarang menjabat anggota DPRD dilingga dan semuanya keluarga dekat H.Alias selaku bupati lingga meminta dan boleh dikatakan memohon agar sesegera mungkin bisa menyelesaikan hal pengrusakan empat hektar lahan kebun karet milik Jali seorang warga yang sekampung dengan mereka.

lanjutnya, memang ada kemaren kata kata mereka mau bayar ganti rugi 12 juta rupiah untuk empat hektar lahan,namun JALI selaku pemilik lahan merasa keberatan karena tidak sesuai dengan jerih payah kerja kerasnya selama bertahun-tahun merawat pohon karet yang ditanamnya, dan kalau dihitung untuk upah membersihkan lahan saja tidak cukup belum lagi beli bibit karet nya dan ongkos perawatan selama ini, parahnya lagi saat mau merusak kemaren tidak ada pemberitahuan sama sekali.

maunya Jaly jika memang mereka mau mengambil lahan kebunnya silahkan saja, yang kebetulan bersepadan dengan lahan yang katanya perkebunan pemkab lingga, dianya mengihklaskan namun minta diganti rugi 20 juta rupiah, itupun kalau dihitung bukan harga sepadan untuk empat hektar lahan kebun yang sudah ada tanamannya apa lagi yang pohon karet, ini hanya semata mengingat pak bupati dan rasa kekeluargaan saja, namun sayangnya sampai hari ini tidak ada kejelasan penyelesaian sama sekali.

Entah ini benar atau salah yang saya lakukan itu terpulang pada penilaian keluarga pak bupati saja yang jelas saya sekarang hanya menjalankan tugas rasa bertanggung jawab kerja terhadap warga saya saja, karna tanpa ada warga mana mungkin saya bisa jadi ketua Rw sekarang ini, ungkap Man Pono penuh kesal."

untuk kebenaran paparan yang disampaikan, dua pewarta oneline sepakat menanyakan langsung ke saudara Niko sekaligus salah satu anggota DPRD Lingga melalui pesan singkat via WA hand phone
Ijin pak bro mengenai cerita ini kira" gimana menurut pak bro mohon kompirmasinya,trima kasih waslam,

Tidak beberapa saat beliau membalas dan dengan tegas membantah "Tidak ada orang jumpa saya mengenai masalah ini dan saya selalu jumpa dan berkunjung melihat orang sakit boss, yang datang kerumah saya selalu berbicara masalah kedepan pembangunan Desa dan Kabupaten bukan masalah tanah ... kalau memang merasa diserobot lapor aja polisi gampang dan setahu saya dimana-mana orang berkebun di lahan kebunnya, masak di kebun orang,aneh,ucap NIKO dibalasan WA nya pada pewarta."(Suarman) 
Diberdayakan oleh Blogger.