IKLAN ATAS

isra miraj 2019

Eta Terangkanlah, Limbah Marunda Center Dituding Penyebab Matinya Ikan Tambak

Mastup,petani tambak bandeng
Redaksibekasi.com- Petani Tambak ikan di wilayah Muara tawar,Desa Pantai Makmur kecamatan Tarumajaya kabupaten Bekasi,duduk termenung di tepian jembatan Kali alam Muara tawar,  meratapi nasibnya, tambak bandeng yang baru di tanam 2 Minggu,habis ludes semua pada mati,akibat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang di buang sembarangan oleh oknum Perusahaan yang berada di  kawasan industri Marunda Center.

"Habis sudah modal saya, bibit/ benih bandeng baru usia dua Minggu semua mati tak tersisa tercemar limbah  Marunda Center," kata RT 02/21, Pak Mastup sekaligus sebagai Petani Tambak bandeng di lokasi Kali alam Muara tawar, Senin (25/9/2017).

Masih kata RT Mastup, Dugaan kuat adanya limbah yang mencemari kali alam Muara tawar, bersumber dari kawasan Marunda center,bukan tidak beralasan,karena kejadian seperti ini bukan hanya kali ini.
"Sudah hampir 3 tahun petani tambak bandeng dan udang di Wilayah Muara tawar sering mengalami gagal panen,akibat limbah B3, yang mencemari kali alam muara tawar," ujarnya."

Ditambahkan,dahulu sebelum ada Kawasan Marunda Center (PT.Andalan, sinar mas dan Cell),petani tambak di muara tawar dapat menikmati hasil panen dari tambak,walaupun sudah ada PT.PJB dan BKT.Masyarakat kecil sengaja di miskinkan, sejak hadirnya Kawasan Marunda Center banyak Petani Tambak bandeng dan udang sekarat,sudah tidak ada lagi tempat kami mengadu,"keluhnya.

Masih kata RT Mastup,tambak bandeng miliknya ditanami bibit bandeng sebanyak 10.000 bibit,dibeli harga satuan Rp1000,/ekor, belum lagi umpan, dengan harapan dapat menikmati hasil panen untuk kebutuhan hidup dan biaya sekolah.
"Bibit bandeng baru usia 2 Minggu, akhirnya harus meregang kaku semua mati,terkena limbah, sudah jelas merugi, siapa yang bertanggung jawab," tegasnya."

Sementara itu Bang oday Ibrohim petani tambak lainnya,menambahkan apa yang di katakan Pak RT Mastup,benar adanya, nasib tambak bandeng saya juga habis, semua mati,tidak ada yang dapat diselamatkan.
"Nasib petani tambak,sejak 3 tahun ini dengan hadirnya kawasan Marunda center,selalu mencekam, karena hampir setiap bulan,kali alam Muara tawar tercemar limbah,"

Ada tiga jenis limbah yang sering dialami petani tambak bandeng dan udang muara tawar, Limbah hitam pekat dan gatel berbau jengkol,limbah berwarna kecoklatan dan limbah putih seperti susu.Semua petani tambak selalu menggunakan buka tutup pintu, akan tetapi kadang kala datangnya limbah tidak menentu, dengan jenis kadar limbah masing-masing,kali ini limbah yang paling berat sampai semua ikan di tambak mati,"tegasnya.

Lanjut Bang oday Ibrohim,dari semua kejadian dan kerugian yang dialami petani tambak,sejak tiga tahun lalu,tidak ada satupun instansi dari tingkat Desa,  Kecamatan dan dinas yang mau mendengarkan keluhan petani tambak yang Merugi.
"Sudah kita laporkan sebelumnya dengan kepala Desa Pantai Makmur, serta adanya mediasi dengan pihak Marunda center, akan tetapi semua itu hanya omong kosong," terangnya.

Terakhir kata bang Oday, melalui maraknya pemberitaan dari berbagai Media, Alhamdulillah ada peninjauan langsung hari ini ( senin25/9) dari dinas Perikanan, dengan membawa sample air yang diambil langsung dari kali alam Muara tawar, walaupun pencemaran limbah sudah berlangsung + - satu Minggu.
" Yah semoga saja, dengan hadirnya petugas Dinas perikanan di lokasi tambak, dapat memberikan harapan baik, bagi petani tambak muara tawar," terangnya.
Sedikit di katakan bang oday, semua petani tambak yang merugi akibat gagal panen karena limbah, mengelola lahan tambak milik sendiri bukan lahan garapan perusahaan, seperti apa yang selama ini  sering kita dengar.
" Bila belum ada penanganan serius dari pihak Dinas perikanan, akan kita ajukan keluhan warga melalui DPRD kabupaten Bekasi, bila perlu sampai tingkat DPR  Pusat, jangan sampai masyarakat tertindas melakukan aksi masa,"tegasnya."(Cep/Luk) 
Diberdayakan oleh Blogger.