IKLAN ATAS

Ini Kata Orang Tua Murid Terkait Sumbangan 500.000 Di SMAN 1 Tamara



Kab.bekasi.RB 
Lantaran adanya Surat Pemberitahuan yang dibagikan kepada para orang tua murid, dengan nomor surat :422.4/4/KSSMAN01/2017 tanggal 15 Agustus 2017, yang ditandatangi oleh H.Warja Miharja, selaku  Ketua Komite SMAN 1 tambun Utara,  disebutkan bahwa dari hasil rapat orang tua peserta didik dengan komite sekolah tanggal 5 dan 10 Agustus 2017 telah ditetapkan sumbangan sebesar Rp. 500 ribu/siswa untuk meningkatkan mutu dan perlengkapan sarana dan prasarana pembelajaran SMAN 1 Tambun Utara.

"Saya dan beberapa orang tua siswa merasa sangat keberatan. Pungutan ini terlalu mengada-ada, nilai Rp 500.000,- bagi kami sangat besar dan memberatkan” ungkap Bang Roy kepada media melalui telepon seluler Jum’at, (15/17)

"Kemana bae bantuan anggaran sarana dan prasarana yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemda Kabupaten Bekasi, sampai komite meminta kepada orang tua murid?. Komite jangan jadi kepanjangan tangan kepala sekolah, disuruh minta 500 rebu, terus aja bikin surat edaran, padahal ketua komite seorang anggota dewan terhormat," tambahnya.

"Rumah saya di samping SMAN 1, saya tetap tidak akan bayar pungutan sekolah 500 rebu, bahkan saya telah menyurati Dewan Warja sebagai ketua Komite SMAN 1". ungkapnya kesal

"Saya sudah kirim surat kepada Ketua Komite, tidak akan membayar sumbangan 500 rebu, bersama orang tua murid lainnya, apapun resikonya saya bertanggung jawab dengan ucapan saya, karna terlalu memberatkan orang tua murid," tegasnya.

Sementara itu gejolak penolakan sumbangan liar di SMAN 1 Tambun Utara, terus bermunculan baik dari akun Facebook maupun info WhatsApp di berbagai group serta adanya surat pernyataan orang tua siswa terkait sumbangan liar.

"Alhamdulillah kami para orang tua murid akhirnya dapat berdiskusi dengan Pa Mamad Kepala SMAN 1 bersama dengan H.Warja Ketua Komite dalam sebuah forum," kata bang Roy.

Dari hasil diskusi lanjut bang Roy, di dalam forum adanya pembahasan surat edaran sumbangan Rp 500.000,- dinyatakan tidak berlaku, serta akan di terbitkan surat edaran baru berupa himbauan bantuan sumbangan sukarela yang nominalnya tidak di batasi.
"Kejadian seperti ini menjadi pelajaran untuk pihak sekolah dan komite agar tidak serampangan memungut iuran dari wali murid ," tutupnya kata bang Roy."(Cecep) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.