IKLAN ATAS

KATA ANGGOTA DEWAN KAB.BEKASI SYAMSUL FALAH KERUSAKAN JALAN BUKAN TANGGUNG JAWAB PGN..?

 H.Syamsul Falah, Anggota Dewan Komisi III Kab.bekasi

Tarumajaya.RB 
Anggota komisi 3 DPRD kabupaten bekasi dan rombongan melakukan sidak di wilayah Tarumajaya atau kunjungan lapangan atas dasar laporan dari pihak PGN/Pegasol yang telah selesai memenuhi klausal tuntutan masyarakat.

"Secara umum kewajiban PT. PGN/Pegasol terhadap tuntutan masyarakat Tarumajaya dan sekitarnya beberapa waktu lalu, saat ini  telah selesai di laksanakan, namun masih ada sedikit catatan yang perlu di perbaiki," kata H.Syamsul palah, Anggota Dewan Komisi 3, di bilangan harapan indah, seusai Sidak. Jum'at (8/9).

Kata H.Samsul falah, sambil duduk di dalam kendaraan dinas, Pada awal penanaman pipa PGN ada beberapa klausal tuntutan masyarakat terkait adanya beberapa item yang telah disepakati termasuk perbaikan drainase dan ganti rugi tanaman warga. Berdasarkan keterangan dari yang punya wilayah (Camat-red) serta keterangan 4 orang sekdes (segara makmur, Pantai makmur, Segara jaya, Samudra jaya-red), membenarkan bahwa PT PGN /Pegasol telah selesai melaksanakan kewajibannya terhadap tuntutan masyarakat beberapa waktu lalu.

"Yah...sudah kita tanyakan kepada Pa Camat dan ke 4 orang sekdes,  PGN dan Pegasol telah memenuhi kewajibannya termasuk ganti rugi Pohon, " ujarnya.

Pada saat di tanya Terkait kerusakan jalan yang ada di sepanjang Desa Segara makmur hingga kampung bali atau pertigaan PLTGU.
PGN tidak mengerjakan penanamn pipa di badan jalan, hanya di sekitar perbatasan DKI dan kabupaten bekasi saja dikerjakan di badan jalan sampai pertigaan PLTGU, jalur penanaman lainnya di kerjakan di samping jalan semua," kata syamsul palah Politisi PKS.
Kerusakan jalan bukan tanggung jawab PGN ," Kata Samsul palah dengan lancar.

Bahkan dia juga mengatakan Saya orang sini, dan sering mondar mandir di wilayah Buni bakti Babelan sampai Tarumajaya, bahwa Proyek pengerjaan Penanaman Pipa PGN bukan di badan jalan.
Kerusakan  badan jalan bukan Tanggung jawab PGN, bahwa  pengerjaan Penanaman pipa  PGN tidak ada yang di badan jalan, " tandasnya.

Terakhir Saat di tanya media "apakah Pipa PGN yang ditanam saat ini sudah dialiri gas? spontan di jawab anggota Dewan Komisi 3 bak seperti humas PGN.
"Oh...sudah , sudah dialiri gas, kenapa tanya kesitu, bahkan kemaren PGN juga sudah di panggil Ombudsman ko," tutupnya.

Sementara itu terpisah Izhar rosadi, masyarakat Tarumajaya yang peduli lingkungan, menanggapi dingin  dengan sedikit masukan.
terkait dengan kesepakatan Januari 2017 di komisi 3 beberapa waktu lalu, tentang  pembuatan Turap kampung  tanggul jembatan serong,  belum dilaksanakan, hanya dilaksanakan satu sisi," terangnya.

Terkait​ Persoalan jalan yang rusak kata Bang Izhar, masyarakat masih banyak bertanya tanya kemana Dana bank garansi dari PGN. Masyarakat sudah didera kerugian,  menggunakan jalan yang tidak layak, meskipun sudah dilakukan  tambal sulam oleh PGN
"Kemana Dana Bank Garansi PGN," tandasnya.

Dari pantauan media di lapangan, kehadiran rombongan Anggota Dewan Komisi 3 disambut langsung oleh   Drs. Dwy Sigit Andrian Camat Tarumajaya, dilanjutkan sidak Lokasi dari kampung tikungan hingga Desa Segara makmur.

Pihak PGN tidak dapat memberikan penjelasan apapun kepada Media langsung menghilang, terkait hasil Sidak Dewan Komisi 3, begitupun Camat Tarumajaya,  serta Cecep Nur dari Komisi 3 hengkang langsung menuju kendaraan tanpa penjelasan, hanya tinggal H.Syamsul falah  anggota Komisi 3 yang dapat memberikan sedikit penjelasan walaupun hanya dari dalam kendaraan Dinas."

Kunjungan Dewan komisi 3 Sedikit terkesan Seremonial, tertangkap kamera membawa pulang oleh-oleh, semua kebagian bingkisan Udang segar  satu tropol entah dari pemberian siapa??? ."(Luk/Cep) 

2 komentar:

  1. Coba lihat pak dewan jalan marunda makmur dan pantai makmur ,menanam pipa di badan jln,kalau dewan tdk tahu persis jangan ,berpendapat km yg tahu persis ,tinggal di pantai makmur ,deposit 5 milyar kemana dr PGN ITU

    BalasHapus
  2. Lah terus yang salah siapa pak dewan??? jalanan yang salah yak?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.