IKLAN ATAS

MANULA TINGGAL DI GUBUK KECIL, BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH

Rumah kakek Acak yang butuh perhatian pemerintah 
Redaksibekasi.com - Ditemukan salah satu warga miskin pasangan suami istri tinggal di gubuk kecil dan reot berukuran 3x3 m, nyaris hampir roboh tidak layak huni,tidak mempunyai sanak keluarga,dan tidak punya anak Harus menanggung penderitaan,

Di Wilayah Desa Tinjul Singkep barat Kabupaten lingga.salah seorang warga kakek tua yang bernama Jentrak dengan panggilan keseharian nya Acak, kelahiran 1946 sungai duyung Desa tinjul.selama ini tinggal di seputaran sumur bersejarah hangtuah,pasangan suami istri ini tinggal di gubuk kecil berukuran 3x3 m, nyaris hampir roboh rumah yang di tempatinya.seharusnya tidak layak di huni lagi,tidak mempunyai sanak keluarga,dan tidak punya anak.

Pewarta Redaksibekasi.com pada jum'at 29/9/17.sempat menjatuhkan air mata sangat miris dan sedih melihat keadaan pasangan usia lanjut tanpa sanak sodara.rumah kediaman kakek acak,dengan keadaan dan penderitaan yang dialami suami istri ini,kakek acak yang kurang lebih berusia 81tahun dan istri nya 78 tahun, serba kekurangan yang di alami kehidupan nya.sampai saat ini dari pemerintahan tidak ada yang memperhatikan kehidupan kakek acak. Seperti penyaluran atau pembagian raskin beras untuk orang miskin tidak pernah dapat dari pemerintah Desa.

Tutur kakek acak kepada media.sehari hari yang kami alami untuk bertahan hidup hanya seadanya yang bisa kami makan. Itu pun kalau ada yang kami makan. Kalu tidak ada untuk makan yah terpaksa kami harus menahan lapar dan berpuasa,

harta yang kami punya saat ini hanya al'quran sebagai petunjuk hidup kami hingga akhir hayat,di saat malam bersama istri ,hanya menggunakan pelita kecil sebagai penerangan di rumah gubuk kami, itupun hanya sebagai penerang di waktu sholat saja, memasuki waktu sholat isya dan subuh,di luar waktu sholat kami tidak memakai pelita dan gelap, karena tidak mampunya uang untuk membeli bahan bakar pelita (minyak tanah-red)."

Masi kata Kakek acak, kami berharap pemerintah setempat atau Kades memperhatikan kehidupan masyarakat miskin seperti saya, khususnya Kades dapat melihat warganya yang sangat butuh bantuan.tapi ibaratkan menunggu buah jengkol di pohon, kalau tidak di panjat tidak mungkin jatuh.tuturnya.

Awang idrus.seorang warga menambahkan,saya sudah berusia 71 tahun tidak punya pekerjaan dan tidak ada penghasilan sehari hari. Dan tidak pernah dapat bantuan dari pemerintah,dan masih banyak lagi yang lainnya belum dapat bantuan,apa lagi akhir akhir ini, sudah terbalik pakta nya, hanya yang mampuh dan yang masi gagah saja yang mendapatkan bantuan tersebut.singkatnya

kades Effendi bersama lpm sahrun.
beserta ketua RT 01 khusin siregar, saat di jumpai awak media menjelaskan,"khususnya kami dari pemerintah desa,sangat berharap agar warga kita yang tidak mampuh yang wajib menerima, dapat tersalurkan terutama seperti orang tua yang tidak mampu ini"

Di tambah nya,kades rustam Effendi, yang jelas nya raskin bukan dari desa ataupun dari kabupaten kita, yang menentukan adalah dari kementerian langsung ungkap nya,dan kita tidak mau komplik masalah ini dan di anggap warga akibat kades.tegas nya."(Abdullah)

2 komentar:

  1. Miris lihat rumah sudah tidak nyaman dihuni seperti itu, konstruksinya sudah lapuk dan hampir rubuh. Seperti tidak ada perhatian dari pemerintah

    BalasHapus
  2. Rumahnya sudah tidak layak huni, bukankah ada program perumahan dari pemerintah?

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.