IKLAN ATAS

isra miraj 2019

AKIBAT ANGIN KENCANG,DI PT DABO BINA SUKSES MENELAN KORBAN


Redaksibekasi.com- Topik (36) warga Rt.06 Rw.02 Dusun Paku Desa Marok Tua Kecamatan Singkep Barat, salah seorang pekerja PT. Dabo Bina Sukses Tambang Pasir meninggal satu diantaranya cedera disebabkan oleh ketimpa pohon nangka/cempedak saat jalankan tugas jaga malam, dilokasi pertambangan, Sabtu pagi (30/09) tepanya pukul 05.30 WIB.

Senin (02/10), “AKBP.Ucok Silalahi” Kapolres Lingga melalui Suharnoko Kasat Reskrim Mapolres Lingga, pada pewarta  membenarkan, “Pada hari Sabtu tanggal 30 September 3017 sekitar pukul 05,30  WIB. di Pondok yang beralamat di Porok Dusun Tanjung Paku Desa Marok Tua Kab Lingga telah terjadi peristiwa robohnya pohon Nangka/Cempedak menimpa pondok pos penjagaan PT. Dabok Bina Sukses, mengakibatkan 1 org meninggal dunia dan 1 org luka Lecet.

Selanjutnya dijelaskan, korban keduanya pekerja PT.DABO BINA SUKSES, “Topik(36)” agama Islam Alamat Tg paku RT06/RW02 meninggal ditempat kejadian peristiwa (TKP) dan Muhammad Rusli(55) warga RT.03/RW.04 yang keduanya warga Desa Marok Tua, paparnya.

Menurut saksi Muhamad Rusli sekaligus juga korban, “Waktu kejadian kami sama-sama berada di dalam gubuk/ Pos jaga, sedangkan di luar gubuk anginnya kencang dan kuat, sehingga pohon Nangka/cempedak berada di dekat gubuk untuk pos jaga kami tumbang, mengakibatkan Gubuk tempat kami jaga hancur. Kata Rusli

Akibat kejadian tersebut, leher dan kepala saya terjepit  sedangkan kawan saya Topik posisi terlungkup dan punggungnya yang terhimpit, kata Muhamad Rusli saat diminta keterangan oleh polisi, ucap Suharnoko.

Lanjutnya, Kronologis kejadian, “Pada saat itu M. Rusli dapat melepaskan dari himpitan kayu dan berusaha keluar dari gubuk, sedangkan Topik (korban yang meninggal) terus berteriak minta tolong, sehingga M. Rusli mengambil sinso dan berusaha memotong kayu yang menjepit tubuh Topik , namun pada saat itu Muhamad Rusli tak berhasil memotong kayu yang menjepit Tubuh Topik dan akhirnya Muhammad Rusli pergi ke Tanjung Paku dengan mengendarai kendaraan roda dua menuju kampung Tanjung Paku.”

Setibanya di Tanjung Paku Muhammad Rusli memberitahukan kepada pada pak RW, selanjutnya memberitahukan sama bos (ayong) dan kawan-kawan yang ada di kamp, kemudian bersama-sama pergi menuju ke tempat kejadian perkara (TKP), setibanya di TKP barulah Topik dapat di keluarkan dari dalam gubuk, namun saudara Topik sudah meninggal kemudian langsung dibawa pulang ke rumah korban.

Pada jam 14.30 WIB korban di kebumikan di pemakaman umum dusun Tanjung Paku, selesai acara pemakaman pukul 15.00 WIB, Sabtu (30/09) hari itu juga, disaksikan oleh kepala desa Marok Tua Saparudin, unggahnya.

Kemudian di adakan pertemuan dengan pihak korban dan pihak perusahaan dan sepakat pihak korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah di buatkan surat pernyataan. Dan  dibuatkan berita acara penguburan oleh kepala desa."(Suarman) 
Diberdayakan oleh Blogger.