IKLAN ATAS

PEMBANGUNAN JEMBATAN ANGGARAN BELASAN MILYAR TANPA PLANG NAMA PROYEK

Lokasi pekerjaan jembatan tanpa plang nama proyek 
Redaksibekasi.com- Pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran belasan milyar rupiah dari anggaran APBD Kabupaten Bekasi tahun 2017, yang menghubungkan kedua desa diantaranya desa Pantai Mekar dan desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi dipertanyakan, lantaran, pembangunan jembatan tersebut tidak dilengkapi dengan papan nama proyek, sehingga menyulitkan masyarakat serta organisasi kemasyarakatan (ormas-red) untuk mengontrol pekerjaan tersebut.

Seperti halnya yang diutarakan H Nana Supriyatna Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kabupaten Bekasi, dirinya meminta kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, untuk memberi sangsi tegas, apabila rekanan kontraktor tidak mengindahkan peraturan, seperti tidak terpasangnya plang papan nama proyek dilokasi pekerjaan.

"Karena tidak terpampangnya plang papan nama proyek di lokasi pekerjaan, kami menduga ada kecurangan dalam pekerjaan proyek pembangunan jembatan yang ada di Muara Gembong yang konon katanya menghabiskan anggaran hingga belasan milyar rupiah, "terangnya Selasa (3/10).

Kami minta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, untuk mengecek lokasi pekerjaan, karena kami menduga pekerjaan jembatan penghubung dua desa di Muara Gembong asal-asalan.

"Kalau kejadian ini dibiarkan, kami menduga ada kongkang lingkong antara pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR Kabupaten Bekasi kepada rekanan kontraktor, dan ini adalah preseden buruk pembangunan yang ada di Kabupaten Bekasi, "tegasnya

Sebelumnya, Wahyudin Pengawas pekerjaan, saat ditanya terkait tidak adanya plang papan nama proyek kepada media mengatakan, bahwa plang nama proyek ada, cuma di simpan di bedeng tempat logistik pekerjaan.

"Plang papan nama proyek ada, cuman disimpan di bedeng, kan kalo dipasang di lokasi pekerjaan takut nanti ada hujan, bisa luntur, "kilahnya sambil ketawa kecil, dilokasi pekerjaan jembatan, Senin (2/10).

Sama halnya yang dikatakan Rahman Konsultan pekerjaan, menurutnya, dimana pekerjaan tahap pertama ini hanya mengerjakan bagian tulang-tulang pondasi, dan pembangunan jembatan belum sepenuhnya rampung.

"Pekerjaan jembatan tahap pertama ini adalah pembuatan sisi kiri kanan serta Tanggul Penahan Tanah (TPT) dan tiang-tiang penyanggah balokan jembatan, jadi pekerjaannya tidak fuul, "terangnya."(Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.