IKLAN ATAS

Penumpang Wajib Bayar Pajak Untuk Bawaan Barang Dari Luar Negeri Berlebih

Penumpang Wajib Bayar Pajak Untuk Bawaan Barang Dari Luar Negeri Berlebih

Redaksibekasi.com - Jika seseorang kembali dari luar negeri sebagaimana lumrahnya mereka akan membawa beberapa barang ke Indonesia, tanpa disadari mereka telah melakukan bisnis impor barang di mana biasa disebut dengan Impor Barang Bawaan Penumpang. Namun sayangnya masih banyak ditemukan penumpang yang belum mengetahui aturan terkait barang bawaan penumpang yang berlaku di Indonesia ini.

Bea Cukai sebagai instansi Pemerintah yang memiliki kewenangan dalam mengawasi proses impor berkewajiban untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang dari luar negeri. Kendati demikian, ada beberapa ketentuan yang perlu diketahui dan dipahami agar para penumpang dapat membawa barang dari luar negeri dengan nyaman.

Setiap negara memiliki aturan yang berbeda soal kebijakan barang bawaan dari luar negeri. Pemerintah Indonesia telah menerapkan pembebasan barang bawaan sebedar USD$ 250/orang atau USD$ 1000/keluarga, 200 batang cigarets, 25 batang cerutu, atau 100 gram tembakau iris/hasil tembakau lainnya dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol. Jika penumpang membawa barang pribadi di bawah nilai tersebut, maka tidak dikenakan bea masuk dan pajak impor.

Apabila penumpang membawa barang yang melebihi batas nilai tersebut, maka kelebihan nilai tersebut akan dikenakan bea masuk dan pajak impor, selain itupula jika penumpang membawa barang dagangannya dengan jenis, sifat dan jumlah yang tidak wajar, maka penumpang harus mengisi pemberitahuan impor barang khusus dan menyelesaikan kewajiban pabeannya.

Masyarakat yang bepergian keluar negeri, dihimbau untuk terlebih dahulu mempelajari ketentuan barang bawaan melalui halaman http://www.beacukai.go.id/faq/ketentuan-barang-bawaan-penumpang.html atau contact centre Bravo Bea Cukai 1500225.

Selain itu pula, penumpang harus juga memperhatikan ketentuan larangan dan pembatasan yang merupakan peraturan yang melarang dan membatasi barang-barang tertentu yang dianggap berbahaya dan berisiko tinggi. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh instansi terkait di mana pelaksanaannya dititipkan ke Bea dan Cukai. Petugas akan memeriksa apakah barang tersebut termasuk kategori larangan dan pembatasan, oleh sebab itu sebelum membawa barang dari luar negeri, dapat mengakses situs Indonesia National Single Windows (INSW)." (Syukrif ) 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.