IKLAN ATAS

SOPYAN NASIM SEBAGAI (PPHP) DI DUGA, LINDUNGI KONTRAKTOR TERKAIT HASIL COREDRILL

Sopyan nasim sebagai PPHP hanya duduk di motor saat coredrill 
Redaksibekasi.com- Sopyan nasim pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP). dari dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan (DPRKPP). di duga melindungi rekanan kontraktor berbuat kecurangan.Pasalnya, proyek yang kondisinya bobrok justru dengan mudah lolos dalam provisional hand oper (PHO) dan uji ketebalan beton (coredrill)."

Mesin coredrill merupakan sebuah mesin yang di desain khusus untuk membentuk lubang lingkaran pada beton, guna menguji ketebalan beton. Salah satunya proyek yang di coredrill berlokasi di Gg Masjid albarkah  Kp.Pulogelatik Rt 011/005 Desa Setialaksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi."

Ironisnya, hasil coredrill yang didapatkan dari mesin tersebut langsung di lempar ke bak mobil coredrill oleh pihak PPHP ( sopyan nasim) tanpa adanya pengukuran terlebih dahulu.Terang Ahmad dumyati kordinator Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LKPK PANRI) jawa barat.

"Seharusnya pphp (sopyan nasim) mengukur ketebalan beton dari mesin coredrill tersebut, tidak meloloskan proyek proyek yang secara kualitas buruk dan melakukan pembayaran sesuai hasil coredrill di lapangan".papar ahmad dumyati.
Menurut nya, lanjut ahmad, sangat tidak sesuai anggaran yang begitu besar menghasilkan pekerjaan yang kualitas nya rendah seperti proyek tersebut, di duga tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) ,karena tidak mungkin perencanaan membuat RAB dengan kualitas rendah, hanya beberapa minggu sudah rusak. Cetusnya.

Di beritakan sebelumnya, Proyek pembangunan jalan lingkungan (Jaling_red), yang berlokasi di gang Masjid albarkah  Kp. Pulogelatik Rt 011/005 Desa Setialaksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi . menjadi buah bibir masyarakat,Pasalnya,pembangunan jalan tersebut yang di biayai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten bekasi tahun 2017 baru selesai dikerjakan sudah rusak. Kerusakan yang begitu cepat membuat warga sekitar berspekulasi bahwa pembangunan tersebut dilakukan asal-asalan. “ini kerjaan asal-asalan, baru selesai sudah pada retak retak begini." keluh salah seorang warga,

Hal tersebut terlihat saat team redaksibekasi.com kroscek di lokasi dan menyaksikan uji ketebalan rabat beton ( coredrill) yang di lakukan pihak dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan ( DPRKPP ).Ironisnya, saat coredrill pihak DPRKPP hanya diam tanpa adanya pengukuran terkait hasil coredrill.

Sopyan nasim selaku pejabat penerim hasil pekerjaan ( PPHP)  dari dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan dan kobul selaku ketua tim coredril saat di konfirmasi terkait hasil ketebalan rabat beton hanya diam di duga setali tiga uang dengan rekanan kontraktor."

Sementara itu, koordinator Jawa Barat  Lembaga Koordinasi Pemberantasan Korupsi dan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LKPK PANRI) ahmad dumyati mengatakan , seharusnya pejabat penerima hasil pekerjaan mengukur hasil uji ketebalan jangan hanya diam.
"bagai mana mengetahui kalau fisik pekerjaan seratus persen kalau hasil coredrill nya tidak di ukur dan itu sudah jelas ada indikasi permainan antara pihak DPRKPP dan  rekanan kontraktor".ujar ahmad dumyati, kepada redaksibekasi.com melalui sambungan telepon selulernya,

Seharusnya tim coredrill dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang(PUPR) yang bekerja sama dengan dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan, bertindak tegas dan jujur apa pun hasilnya terkait uji ketebalan rabat beton jalan lingkungan. Pungkasnya."(Cep) 


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.