IKLAN ATAS

isra miraj 2019

SOPYAN NASIM SEBAGAI (PPHP) HANYA PATUH DENGAN KONTRAKTOR, BUKAN DENGAN ATURAN

Sopyan nasim sebagai PPHP hanya duduk di motor saat coredrill 
Redaksibekasi.com- Cabang bungin,Ketua bidang Info dan verifikasi Garda Tipikor Indonesia ( GTI ) DPC Kabupaten bekasi, mengecam keras kinerja  pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP). dari dinas perumahan rakyat kawasan permukiman dan pertanahan (DPRKPP),

"Dugaan adanya kecurangan dalam melaksanakan tugas di lapangan yang lebih yang  mementingkan dan melindungi rekanan pemda kabupaten Bekasi/ kontraktor, ketimbang mempertahankan tupoksinya sebagai Provisional hand over (PHO) hasil uji ketebalan beton (cordrill)," terangnya.
 
Pungsi dari Mesin coredrill hanya sekedar symbol yang berada di lokasi kerja Gang Masjid Albarkah  Kp.Pulogelatik Rt 011/005 Desa Setialaksana, Kecamatan Cabang Bungin,

"Sebuah sandiwara proyek abstrak  tapi nyata yan di lakukan oleh Sopyan Nasim (Kimyong - sapaan akrab di lapangan-red), hasil coredrill yang didapatkan dari mesin tersebut langsung di lempar ke bak mobil coredrill oleh pihak PPHP ( sopyan nasim) tanpa adanya pengukuran terlebih dahulu," Kata Nurdin SP.kabid Info dan verifikasi GTI DPC kabupaten bekasi, sabtu (6/10).

Di tambahkan Nurdin SP, Seharusnya tugas PPHP mengukur ketebalan beton dari mesin coredrill tersebut, tidak meloloskan proyek proyek yang secara kualitas buruk dan melakukan pembayaran sesuai hasil coredrill di lapangan.

"Hasil cordrill yang sesuai standar akan mempertahankan kwalitas pengerjaan pembangunan yang nantinya akan di nikmati oleh masyarakat, bukan hanya sekedarnya asal datang duduk diam, atau mungkin sudah lelah bertugas sebagai PPHP pada dinas PUPR, " tegasnya.

Terakhir kata Nurdin, Pemda kabupaten Bekasi melalui Dinas PUPR harusnya mengambil sikap tegas terhadap oknum pejabat di lapangan yang berhubungan dengan hasil- hasil pembangunan serta perawatannya, tidak asal menerima laporan yang apa adanya.
"Kami masyarakat sebagai sosial kontrol wajib mengawasi hasil hasil pembangunan yang ada di Kabupaten bekasi, karena adanya pembangunan sebagian dari uang rakyat juga," pungkasnya.

Di beritakan sebelumnya, Proyek pembangunan jalan lingkungan (Jaling_red), yang berlokasi di gang Masjid albarkah  Kp. Pulogelatik Rt 011/005 Desa Setialaksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi . menjadi buah bibir masyarakat,Pasalnya,pembangunan jalan tersebut yang di biayai anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten bekasi tahun 2017 baru selesai dikerjakan sudah rusak.dari ketebalan pun tidak sesuai yang seharusnya 15cm diduga hanya ada 10cm ketebalan coran tersebut.dan Kerusakan yang begitu cepat membuat warga sekitar berspekulasi bahwa pembangunan tersebut dilakukan asal-asalan.“ini kerjaan asal-asalan, baru selesai sudah pada retak retak begini." keluh salah seorang warga, Rabu 23/08 lalu."(Red) 
Diberdayakan oleh Blogger.