IKLAN ATAS

Jelang Pilgub Jabar, SBR Ajak Penggiat Seni Dan Budaya Pilih Pemimpin Yang Peduli Budaya Bekasi

Festival silat nusantara SBR 
Redaksibekasi.com- Kab.bekasi: Silaturahmi bekasi raya (SBR) bulan lalu melaksanakan acara festival silat nusantara didukung oleh ketua betawi bangkit dang David Darmawan, dan acara tersebut berlangsung dengan sangat meriah

"Sungguh diluar dugaan, antusias pengunjung dari berbagai elemen masyarakat turut hadir meramaikan acara budaya," kata Boy Nurjaya,SE sekjen SBR, senin 26/3.

Gelar acara budaya yang penuh sensasi menghiasi halaman gedung juang tambun, yang di adakan (Tanggal 23- 25 Feb 2018) lalu di gedung juang 45 tambun, sampai penuh sesak di padatai oleh pengunjung yang ingin melihat acara budaya,

"Tim khusus parkir pengunjung dan tamu, sampai menutup lokasi parkir di halaman sisi kiri gedung juang tambun dan diarahkan ke puskesmas serta bagian belakang gedung juang," jelas bang Boy Nurjaya.

Di katakan Bang Nurjaya, acara yang penuh makna dan ajang silaturahmi antar sesama komunitas budaya se bekasi raya dan sekitarnya dengan menghadirkan berbagai pentas seni dan tari serta kuliner betawi, menjadikan pengunjung membludak bukan saja dari wilayah tambun dan bekasi yang hadir dari berbagai wilayah kota jakarta dan pelosok wilayah turut hadir.

"Memang jauh hari sebelum acara budaya di gedung juang tambun telah di sebar informasi melalui spanduk, pamplet undangan, serta yang lebih dominan lagi kami sebar melalui media sosial seperti FB, WA, Email, IG, Twiter dan lain lain karena sifatnya umum," terangnya.

Lanjutnya, kami mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada warga bekasi raya dan sekitarnya, karena pelaksanaan acara budaya, berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib.

"Saya memiliki ekspektasi yang terlalu berlebihan terhadap acara budaya  bila diadakan kembali tentunya menjadi pengalaman dan catatan bagi kami, dengan hadirnya pengunjung dan pecinta budaya yang membludak," ujarnya.

Masih kata sekjen SBR, Ada hal yang terasa kurang sedap dan dipahami oleh rekan-rekan pecinta budaya bekasi dan sangat memprihatinkan, dalam hal perhatian dari pemerintah yang sangat minim, apa lagi hadir. tentunya hal ini sering menjadi pertanyaan besar. 

"Seolah-olah kegiatan seni dan budaya di Bekasi tidak pernah mendapat perhatian serius dari pemerintah, mungkin mereka lupa atau 'mereka Lelah' bahwa diwilayah bekasi penggiat seni dan potensi budaya sebagai kearifan lokal sangat banyak dan perlu adanya pengembangan yang patut kita gali, kita jaga dan kita lestarikan," tandasnya.

Masih kata Boy Nurjaya,SE, kegiatan yang kita tampilkan beberapa waktu lalu di gedung juang tambun  hal ini baru bicara soal seni dan budaya, belum lagi kita bicara soal sejarah bekasi, yang pada masanya bekasi menjadi lautan api saat dibom bardir tentara sekutu di era kolonial dan penjajahan.(tahun 1945- red) bekasi hangus terbakar dan SBR berencana untuk membangun monumen Bekasi lautan api, tentunya hal ini perlu adanya  peran serta dari pemerintah dan para negarawan serta tokoh perjuangan sebagai saksi sejarah untuk segera bisa di wujudkan.

"Ditambah lagi nama-nama sejarah kampung se-bekasi raya mungkin jumlahnya ada ratusan bahkan ribuan jumlahnya, saya menginginkan adanya bantuan dari pemerintah untuk mengagendakan dan peduli serta memasukkan dalam anggaran biaya untuk kajian dan riset sejarah kampung di bekasi raya jangan sampai punah dan di bukukan.

"Anak cucu kita jangan sampe kematian obor dengan nilai-nilai budaya dan sejarah bekasi, contohnya dari mana sejarah nama kampung siluman, kenapa dinamakan siluman. apakah dulunya disini banyak siluman /roh halus atau disini banyak tentara dan jawara jawara yang bisa menghilang ketika melawan belanda. dan ada lagi yang sangat  terkesan, hampir disetiap daerah bekasi ada namanya kampung 'ceger' apa sejarah arti dan maknanya? ,"bebernya.

Maka dari itu saya menghimbau kata Nurjaya, kepada seluruh komunitas budaya yang ada di bekasi raya yang jumlahnya lebih dari 100 komunitas, Jelang pilkada serentak pilihlah Pemimpin yang peduli dengan seni dan budaya bekasi dan juga sejarah bekasi. jika ada yang peduli sampai menggali sejarah nama kampung di bekasi raya dan bekasi lautan api, nah cakep tuh, baru namanya pemimpin peduli budaya Kearifan lokal.

"Semoga pilkada serentak di wilayah Jawa Barat (PILGUB) dapat terselenggara dengan aman dan kondusif menghasilkan pemimpin yang bijak dan amanah serta peduli dengan budaya kearifan lokal, nyok kite jage bareng-bareng budaya kearifan lokal bekasi bersama SBR dan lainnya, pungkas Nurjaya, SE, Sekjen SBR."(*) 

Reporter : rendy Enan 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.