IKLAN ATAS

Pernyataan Sikap Kades Pantai Makmur, Siap Perangi Isu Hoax, Jadilah Pengguna Medsos Yang Cerdas

Aparatur pemerintahan desa pantai makmur 
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Maraknya Isu Hoax yang saat ini marak beredar di lingkungan masyarakat, tak terkecuali di perkotaan maupun pedesaan, hal ini menjadi perhatian khusus aparatur pemerintahan desa pantai makmur. kecamatan tarumajaya kabupaten bekasi.

H.Aman Jali SAP. kepala desa pantai makmur, sebagai orang nomor satu di wilayahnya beserta staf pemerintahan desa, merasa peduli kondusifitas wilayahnya, turut menyuarakan pernyataan sikap' siap perangi Isu Hoax'.(capt.Video-red).

Kades antai makmur. H.Aman Jali SAp, Kepada media menuturkan, pernyataan sikap yang anti Hoax, sengaja di serukan langsung beserta aparatur pemerintahan desa pantai makmur. dirinya siap membantu TNI dan Polri untuk memerangi informasi hoax yang selama ini marak beredar yang berdampak  menyesatkan dan merugikan masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan kericuhan atau konflik di tengah masyarakat.

"Jika setiap hari masyarakat disodori berbagai informasi yang mengada-ada ( Hoax- red), maka dapat membentuk opini publik yang bertentangan dengan sebuah kejadian atau kenyataan sesungguhnya.oleh sebab itu kita selalu mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi hoax," jelas kades pantai makmur. kamis (15/3/2018).
Sementara itu Bhabinkamtibmas pantai Makmur Aiptu Solychan menyampaikan, Mendukung penuh sikap tegas kades pantai makmur beserta staf dalam memerangi informasi Hoax. adanya rasa keprihatinan yang selama ini dilihat banyak sekali informasi-informasi yang menyesatkan.

"Sekarang, semua lapisan masyarakat kita sudah akrab dengan facebook, Instagram, whatsApp dan macam-macam aplikasi lainnya yang dipakai untuk sharing berbagai informasi bohong dan tidak akurat. jika hal ini terus dibiarkan maka akan membentuk opini publik yang keliru," jelasnya Bhabinkamtibmas pantai makmur.

Oleh sebab itu kata Solychan, sebagai  Bhabinkamtibmas mengajak semua lapisan masyarakat untuk berhenti menyebar berita bohong (hoax) mendukung polri dan TNI untuk menindak para pelaku-pelaku penyebar berita bohong dan tetap menjaga kewaspadaan dalam chating lewat medsos.

"Cek kebenarannya, terhadap Isu ancaman/teror terhadap ulama/kiai, isu  SARA, issue kebangkitan PKI, tentunya kita harus bijak sebagai penggunaan jejaring sosial, jadilah pengguna medsos yang cerdas, tidak mudah menelan mentah-mentah isu yang bermunculan di media sosial (Medsos)," ujar Aiptu Solychan."(*) 

Reporter : Cep 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.