IKLAN ATAS

Riskan Firmansyah Bakal Calon Kades Sukaraya Ajukan Gugatan Ke PTUN

Add caption
Redaksibekasi.com- Karang Bahagia: Terkait persoalan baru yang muncul jelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala desa (Pilkades) yang akan di gelar pada 26 Agustus 2018, Sebagai mana yang termaktub dalam Perbup Nomor 5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa yang merupakan turunan dari Perda Kabupaten Bekasi Nomor 8 Tahun 2016, Pasal 44 tentang desa, Permendagri nomor 112 pasal 25 Tahun 2014 tentang pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, Peraturan Pemerintah nomor 43 pasal 41 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, dan undang-undang nomor 6 pasal 31 Tahun 2014 tentang desa. menjabarkan mekanisme tambahan bila bakal calon lebih dari 5 orang.
Dalam hal pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suka Raya priode 2018- 2024 tercatat di panitia sebagai bakal calon Kepala Desa sebanyak Delapan orang di antaranya adalah Riskan Firmansyah sebagai Calon Pilkades Suka Raya, Kecamatan Karang Bahagia.

Dalam hal pencalonan diri Riskan Firmansyah dinyatakan tidak lulus oleh Tim Independen, bahwa pihak Panitia Pemilihan Kepala Desa memberikan surat ketidak lulusan sebagai Calon Kepala Desa Suka Raya dalam ajang kompetisi Pilkades tahun 2018 diduga tidak transparan dan tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Bekasi No.5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa.

Kepada Wartawan redaksibekasi.com Riskan Firmansyah mengatakan, diri nya tidak lulus dalam seleksi pencalonan Kepala Desa Suka Raya, Kecamatan Karang Bahagia, Ini adalah dugaan permainan Panitia Pemilihan Kepala Desa Suka Raya, Kecamatan Karang Bahagia yang memberikan surat keterangan diri nya tidak lulus, 

"Bahwa dalam Peraturan Bupati No.5 Tahun 2018 diduga Panita Pemilihan Kepala Desa Suka Raya salah melakukan keabsahan memberikan surat ketidak lulusan pada dirinya, karena dalam surat kepanitian Pilkades dilihat dari tanda tangan dan tulisan Independen memakai ejaan tidak sesuai dalam bahasa yang sebenarnya."ungkap Riskan Firmansyah.

Masih kata Riskan Firmansyah, dengan proses pencalonan dirinya sebagai Kepala Desa Suka Raya, bahwa kepanitian Desa Suka Raya diduga tidak Transparan dan tidak Profesional dalam menjalankan tugas yang di amanah kan, maka dirinya akan menggugat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) sebagai Konstitusi Pemerintahan Desa ke PTUN Bandung Jawa Barat," tegasnya. Senin (23/7). 

Sementara itu Selamat Aripin Ketua Badan Pengawas Independen Pilkades 2018 (BPIP) mengatakan, dalam proses Pemilihan Kepala Desa, di harapkan para Panitia Pilkades Suka Raya harus dapat mengacu pada Peraturan Bupati Bekasi No.5 Tahun 2018, tetang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa

"Diduga banyaknya kecurangan yang di lakukan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten maupun Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tingkat Desa Sukaraya dalam menentukan Calon Kepala Desa diantaranya tentang Admistrasi Calon."ujarnya.

Selamat Aripin yang disapa akrap Bray menjelaskan, bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)yang di komandoi oleh Dra.Hj.Aat Barhaty.K.MM harus dapat bersikap tegas dan transparan dalam menentukan bakal calon kades Lulus atau tidak nya, Panitia independen bentukan DPMD bukanlah malaikat pencabut nyawa, yang serta Merta memberikan lulus dan tidak lulus.
 
"Persoalan Pilkades sampai digugat oleh calon kades Ke PUTN Bandung, maka dapat kami mengindikasikan bahwa ini adalah tidak Profesionalnya Ketua Panita Pilkades Sukaraya Kabupaten Bekasi terindikasikan ada permainan unsur politik tidak sehat."tegas Aripin."(*)

Reporter : Julham
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.