IKLAN ATAS

Lebaran 1440

BPBD Kabupaten Bekasi, Upayakan Semua Desa Terbentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB)

Add caption
Redaksibekasi.com- Muaragembong: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, melalaui Kepala Dinasnya H.Adeng Hudaya dalam memberikan Materi di Desa Pantai Bakti Kecamatan Muaragembong Bekasi. mengupayakan forum pengurangan risiko bencana (FPRB) sebagai wadah sukarelawan berkoordinasi terbentuk di semua desa daerah Khususnya Kecamatan Muaragembong Bekasi.

"Berharap Kita terus dalam proses pembentukan FPRB, jadi ada beberapa  Kecamatan yang baru kita bentuk, termasuk membentuk desa tangguh bencana (destana)," di Pantsi Bskti kata Sekretaris BPBD Bekasi.Rabu 21-11-2028.

Menurut dia, pembentukan FPRB sebagai forum yang menaungi sukarelawan bencana di tingkat desa maupun destana dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan penganggaran, meski diakui anggaran yang dialokasikan ke instansinya terbatas.

Perlunya FPRB terbentuk pada semua desa di Bekasi yang berjumlah  kurang lebih 183  desa, kata dia, karena untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana sesuai potensi bencana, apalagi sukarelawan merupakan yang terdepan ketika terjadi bencana.

"Jadi dalam pembentukan FPRB ini secara bertahap dan hingga tahun ini sudah sekitar kurang lebih 80 persenan desa punya FPRB, dan di tahun 2019 akan kita bentuk dan anggarkan lagi untuk pembentukan FPRB maupun destana," katanya.
   
Selain terus membentuk FPRB di semua desa, kata dia, penambahan satgas BPBD terutama tim reaksi cepat (TRC) perlu dilakukan, mengingat potensi kerawanan bencana di seluruh wilayah Muaragembong Bekasi seperti tanah longsor, banjir dan angin kencang.

"Karena petugas TRC itu juga yang paling duluan ketika terjadi bencana misal tanah longsor dan banjir, harus paling dulu, idealnya paling tidak satu desa butuh dua atau tiga orang, sementara saat ini kita baru ada sebanyak 12 orang TRC," katanya.

Menurut dia, selama ini dalam penanganan ketika terjadi bencana, TRC mendapatkan bantuan dari para relawan atau masyarakat setempat yang sudah dibentuk di tiap-tiap desa yang bernaung di bawah FPRB.

"Sukarelawan FPRB di tiap desa itu sangat membantu kita dan teman-teman lain termasuk taruna siaga bencana (tagana), namun sudah menjadi tugas BPBD untuk peningkatan kualitas dan kuantitas satgas, sehingga nanti akan kita upayakan untuk ditambah," demikian  H.Adeng Hudaya.

"Agus Suparno Kasi pencegahan BPBD Kabupaten Bekasi kepada awak Media usai memberikan pembekalan selama Delapa kali dari jadwal yang sudah ditentukan antaranya dua hari pembekalan enam hari kegiatan dilapangan dalam bentun PRB pengurangan Resiko Bencana dari peserta yang berjumlah 30 Orang peserta .se wilayah Desa Pantai Bakti.sangat antusias melakukannya walau sipatnya sosial dikatakan Agus Suparno."(*) 

Reporter : Yoma 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.