IKLAN ATAS

Lebaran 1440

Merebak Pungutan Berdalih Sumbangan Di SMP 1 Cikutra, Ketua SWI Surya Sueb Angkat Bicara

Surya Ketua Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Bekasi
Redaksibekasi.com- Cikarang: Kepala Bidang SMP dinas pendidikan Kabupaten Bekasi meluangkan waktu untuk awak media Senin (12/11/18) terkait pemberitaan dugaan adanya pungutan di SMPN 1 Cikarang Utara di ruangan kerjanya, di Gedung Dinas pendidikan Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

Kusuma Ridwan mengatakan kepada awak media bahwa Kepala SMPN 1 Cikarang Utara Bandi Subandi sudah dipanggil ke dinas pendidikan Kabupaten Bekasi.

"Kepala SMPN 1 Cikarang Utara sudah dipanggil, jadi tidak seperti itu laporan ke Kabid mah. Kenyataannya Rp.150 ribu/siswa itu salah, yang namanya sumbangan terserah dan tidak dipatok,"ucapnya kepada awak media.

Hal ini sangat berbenturan dengan pernyataan Dewan Dede Iswadi komisi lV dari fraksi Nasdem, menurutnya dengan dalih apapun itu tidak dibenarkan oleh aturan Permendikbud sebab Kabupaten Bekasi sudah menetapkan pendidikan gratis untuk jenjang SMP.

"Kabupaten Bekasi sudah mengcover seluruh pembiayaan siswa/tahun melalui kajian yang sudah pasti dan sudah menjadi rujukan dalam pembuatan kebijakan pendidikan gratis,"paparnya

Dewan komisi IV Dede Iswadi pun menambahkan kalau sampai tidak ada tanggapan dari kepala bidang (Kabid) SMP Kabupaten Bekasi sebaiknya di evaluasikan.

Lain hal nya Kepala Sekolah SMPN 1 Cikarang Utara Bandi Subandi saat ditemui awak media dikediaman nya.

"Ente kaya sama siapa bae kan saya juga orang cikarang, ya udah kalo mau ngobrol sebentar aja, kalau mau ngobrol panjang di sekolah aja. Lagian gak temuin pak komar kan sudah saya bilang temuin pak komar," ujar Bandi Subandi, Senin(12/11).

"Soal nya sudah saya titip ke pak komar, mungkin saya terlalu padet. Soal nya lagi banyak acara diluar jadinya gak bisa nemuin abang," imbuhnya.

Surya selaku Ketua Sindikat Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten Bekasi angkat bicara terkait beda versi soal pungutan Rp 150.000,- Seharusnya Kepala Dinas dan Kepala Bidang (Kabid) SMP jangan tinggal diam dengan adanya dugaan pungutan dengan dalih sumbangan apapun meski alibi pihak sekolah sudah di musyawarahkan kepada seluruh wali murid tetap saja melanggar peraturan yang berlaku, ini adalah salah satu contoh tercoreng nya dunia pendidikan di kabupaten bekasi yang dijadikan ajang bisnis demi meraup keuntungan pribadi sampai-sampai memberanikan diri mendobrak peraturan yang ada," papar surya dengan nada geram

"Sudah jelas-jelas Mereka itu paham tentang keputusan yang telah Bupati buat, tetapi seakan berpura tidak paham. Padahal di Permendikbud pun sudah jelas di uraikan nomor 44 tahun 2012," pungkasnya."(*) 

Reporter : tim
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.