IKLAN ATAS

Pertanyakan Peran Pengawas? Lagi Proyek Jaling Kampung Tepak Serang Diduga Asal Jadi, Cor-coran 6-7 Centimeter

Proyek pekerjaan peningkatan jalan lingkungan (jaling) 
Redaksibekasi.com- Cabanggungin: Proyek pekerjaan peningkatan jalan lingkungan (jaling) di kampung Tepak serang RT. 05/03 Desa Lenggah Jaya Kecamatan Cabang Bungin Bekasi jadi perhatian banyak pihak lantaran terdapat banyak temuan yang mencurigakan serta maraknya keluhan masyarakat terkait hasil cor-coran kisaran 6-7 Centimeter, Padahal secara aturan yang tertuang dalam Rancangan anggaran biaya (RAB) Ketebalan Cor-coran 15 Centimeter.

"Masyarakat sekarang sudah pada melek bang, kalau pengecoran Jaling ketebalannya 15 Centimeter, Lha kalu ampe hasilnya cuman 6-7 cm, itumah pemborongnya untung banyak, padahal setahu saya anggaran Jaling dari Pemerintah (APBD) Kabupaten Bekasi,"   kata warga Tepak serang, Minggu (11/11) lalu.

Sementara itu dari hasil investigasi awak media di lapangan sesuai dengan tupoksi, sebagai sosial'kontrol, mendapati *banyak kejanggalan* di lokasi kegiatan, Awalnya 'tidak ditemukan Pelaksanaan di lapangan' untuk konfirmasi terkait hasil pekerjaan dan lainnya. selanjutnya di dapat banyak temuan diantaranya.

"Proyek pengecoran jaling di kampung Tepak serang tidak sesuai dengan prosedur dan pedoman teknis, Tak ada Pengawas dan konsultan di lapangan, Tanpa Plang Proyek/bestek sebagai acuan pengerjaan di situ Tertera Sumber anggaran dan batas waktu pengerjaan,"

Bahkan menurut info yang dihimpun Kuat dugaan Proyek Jaling di kampung Tepak serang, SPK nya sudah kadaluarsa, akan tetapi tetap saja masih melakukan pekerjaan.

"Dimana peran Pengawas dan konsultan, ketebalan coran Cuma 6-7 Cm, bahkan tidak diketahui ini Proyek CV atau PT mana pelaksananya,"

"Sebagai mana lazimnya Papan Proyek dalam setiap kegiatan yang di kerjakan oleh rekanan Pemda  Kabupaten Bekasi wajib di Pasang sebagai Transparansi Keterangan informasi, hal itu merupakan amanat Udang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 tahun 2008," (Hasil temuan di lapangan akan segera di tindak lanjuti-redaksi).

Terpisah, Salah seorang pengawas dari tarkim sewaktu dikonfirmasi via  selulernya terkait pelaksana yang nakal dan diduga SPK yang sudah kadaluarsa.

"Semua temuan ini sudah dilaporkan kepimpinan (PPTK-red),  jadi kalau saya, hanya sebatas pelaksana lapangan, Semua itu urusan Penggede," Kilah si pengawas.

Sampai berita ini dibuat, pihak Tarkim Bekasi belum bisa dimintai penjelasan terkait pekerjaan pengecoran jalan yang sudah menyalahi aturan dan SPK yang diduga sudah kadaluwarsa pekerjaan berjalan terus dan katanya Urusan Penggede."(*)

Reporter : Yoma 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.