IKLAN ATAS

Plt, Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Hadiri Kopdar Bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Add caption
Redaksibekasi.com-Bekasi: Untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah Jawa Barat (Jabar), Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta semua daerah yang ada di Jabar untuk mengaplikasikan program Quick Response (cepat tanggap). Hal itu disampaikan pria yang karib disapa Kang Emil ketika Kopdar-GGWP di Hotel Horison Bekasi, Jumat (16/11).

Dalam kegiatan itu, hadir secara langsung Plt. Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja didampingi unsur Muspida dan Jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Bekasi seperti Sekretaris Daerah, dan beberapa Kepala Perangkat Daerah. Turut hadir sebagai peserta lainnya para Bupati /Walikota yang termasuk dalam BKPP Wilayah II Jawa Barat antara lain Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, Bupati Karawang,serta Wakil Bupati Purwakarta.

Kang Emil menuturkan, bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah mulai menerapkan program itu, jadi ia berharap respon positif dapat disambut tiap daerah yang ada di Jabar untuk ikut berperan untuk lebih memaksimalkan pelayanan. Dan Quick Response adalah program untuk kemanusiaan.

"Provinsi sudah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah, Kabupaten Sumedang sudah. Saya minta sebulan sudah terbentuk. Sederhana, yaitu pengaduan warga khusus untuk kemanusiaan. Pesen saya serahkan ke staf yang milenial, jadi ada hp dan instagramnya," pinta Kang Emil.

Dasar dijalankannya Quick Response, kata dia, karena banyaknya aduan masyarakat yang sampai ketelinganya. Terlebih aduan itu mengenai kemanusiaan yang dinilainya perlu ditindaklanjuti dengan segera.

Jika daerah di Jabar, baik itu Kota dan Kabupaten menerapkan program ini, menurutnya dapat meringankan beban Pemprov untuk mengatasinya. Jadi, lanjut dia, masyarakat yang memiliki masalah kemanusiaan tidak perlu repot-repot ke Pemprov, tinggal ke daerahnya masing-masing.

"Saya biasanya bilang ke ajudan, beresin! Tapi lama-lama jumlahnya makin banyak. Kalau semua (diemban) Provinsi juga repot kan. Maka dari itu semua harus terlibat agar meringankan beban itu," tuturnya.

Bukan hanya Quick Response, di awal tahun 2019 mendatang, pria yang ingin menyulap Kalimalang Bekasi ini juga akan meluncurkan paket reformasi Smart City. Reformasi itu, kata dia, dapat menghemat anggaran dan tidak ada celah bagi oknum untuk bermain anggaran.

"E-Budgeting ikutlah arahan Provinsi. Saya menghemat Rp 1 Triliyun gara-gara e-budgeting saya ini canggih. Bisa menemukan anggaran yang dimark up dan tidak perlu. Ini pengalaman saya satu contoh," jelas Kang Emil.

Sementara ditempat yang sama, Plt. Bupati Bekasi Eka menyampaikan respon positifnya terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat terutama mengenai pelaksanaan Jabar Quick Respon dan peningkatan kerjasama antara wilayah.

"Saya akan segera berkordinasi dengan jajaran perangkat daerah dibawah saya untuk segera menindaklanjuti dan menerapkan apa yang sudah dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Barat" Ucap Eka.

Eka juga menyampaikan bahwa pelaksanaan E-Budgetting dalam rangka merencanakan pembangunan daerah juga sudah diterapkan di Kabupaten Bekasi.

"Kita sudah terapkan E-Budgetting di sini, dan semoga manfaatnya dapat sangat baik khususnya dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Bekasi" Tutupnya."(*) 

Reporter : red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.