IKLAN ATAS

isra miraj 2019

Netralitas TNI Harga Mati, Kodim 0508/Depok Gelar Sosialisasi Pembinaan Netralitas TNI Dalam Pileg/Pilpres 2019

Kodim 0508/Depok menyelenggarakan sosialisasi pembinaan netralitas dalam Pileg/Pilpres Tahun 2019
Redaksibekasi.com- Depok: Netralitas TNI dalam pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden adalah harga mati. Tidak ada kata lain bagi personel TNI kecuali harus netral baik dalam pemilu Legislatif, Pilpres maupun Pilkada. Untuk memelihara momentum tersebut, Kodim 0508/Depok menyelenggarakan sosialisasi pembinaan netralitas dalam Pileg/Pilpres Tahun 2019 bertempat di Aula Makodim 0508/Depok, Jumat (08/03).

Kegiatan tersebut bertemakan “Melalui Pembinaan Netralitas TNI Dalam Pileg/Pilpres, Kita Wujudkan Profesionalisme TNI Dengan Bersikap Netral Dalam Penyelenggaraan Pemilu Baik Pileg Maupun Pilpres Dan Senantiasa Mendukung Suksesnya Penyelenggaraan Pemilu Yang Luber Dan Jurdil Di seluruh Wilayah NKRI”.

Kegiatan ini dihadiri para Pasi Kodim 0508/Depok, puluhan Bintara dan Tamtama Kodim 0508/Depok, PNS Kodim 0508/Depok, Persit Kodim 0508/Depok, prajurit Yon Hubad Depok, FKPPI Depok, Hipakad Depok serta undangan lainnya.

Dandim 0508/Depok Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pasi Ops Kodim 0508/Depok Kapten Arh Setiono mengatakan, netralitas TNI adalah kewajiban yang diamanatkan Undang Undang. Menurutnya, TNI lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara yang lebih luas.

”Netralitas TNI pada Pileg/Pilpres, diatur dalam UU RI nomor  34 Tahun 2004 tentang TNI dalam pasal 2 pada hurup“d” antara lain ditegaskan bahwa TNI sebagai tentara profesional ialah tentara yang tidak berpolitik praktis,” kata Setiono.

Oleh karena itu, lanjut dia, sikap Netral TNI begitu penting bagi soliditas satuan dan pembangunan profesionalisme TNI.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan Pileg/Pilpres, setiap prajurit wajib menunjukkan sikap yang tidak memihak dan tidak memberikan dukungan kepada salah satu kontestan peserta Pileg/Pilpres.

"Setiap prajurit juga dilarang menggunakan sarana-sarana infrastuktur atau bangunan, sarana transportasi serta inventaris TNI lainnya untuk kepentingan kelompok tertentu dalam Pileg/Pilpres," ujarnya.

Karenanya, jelas dia, untuk menjaga konsistensi netralitas, selain dengan melakukan sosialisasi juga dilakukan pengawasan kepada seluruh prajurit TNI agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak komitmen dan citra TNI.

Ia berharap, melalui sosialisasi pembinaan netralitas TNI dalam Pileg/Pilpres, diharapkan akan terwujud profesionalisme TNI yang bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilu.

"Semoga sosialisasi ini dapat meneguhkan sikap setiap prajurit agar tetap disiplin dan netral pada Pileg dan Pilpres," pungkasnya."(*)

Reporter : Ayu m 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.