IKLAN ATAS

Diduga Ada Peran Kades, Warga Desa Posek Tolak Perusahaan Tambang Timah Laut, Ada Apa?

Add caption
Redaksibekasi.com- Lingga: Dinilai Janggal, Sebelumnya Soal pemberitaan Kades Posek Masmin mengadakan rapat internal bersama warga tanpa melibat instansi terkait di Kecamatan Kepulauan Posek Kabupaten Lingga, yang diduga Kades Posek Masmin alih-alih untuk meraup Fee  Soal eksplorasi SDA tambang timah.

Awak media langsung melakukan konfirmasi terkait adanya info masyarakat soal rapat internal tersebut.

Dari pantauan awak media redaksi bekasi.com, Diketahui Kades Posek Masmin mengundang masyarakat 3 Dusun di kantor Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek Kabupaten Lingga dalam rangka gelar  Rapat Internal bersama warga, Minggu  21/04 kemarin,

"Intinya Masyarakat menolak kapal isap timah beroperasi di wilayah mereka tempat nelayan mencari ikan," hasil catatan awak media. Senin 22/4.

Sementara itu dalam rapat internal bersma warga, Masmin selaku kades yang juga menjadi perwakilan dari pihak perusahaan PT Tambang timah laut memaksakan agar masyarakat setuju perusahaan beroperasi demi untuk mendapatkan fee dari perusahaan PT Tambang timah di laut wilayah Posek.

Adapun rapat tersebut di hadiri warga dari tiga dusun yaitu Dusun I pulaumas, Dusun II Posek, Dusun III Teluk Nipah, Desa Posek kecamatan Posek, Kabupaten Lingga. Dengan jumlah sekitar 50 orang dari tiga Dusun tersebut.

Dalam pemaparan rapat yang di sampaikan oleh masmin sebagai perwakilan dari perusahaan, perusahaan akan memberikan uang sebesar 30 juta rupiah KK dan bulanan untuk masyarakat sebesar 5 juta rupiah perbulannya.

Di sisi lain, beberapa warga menjelaskan kepada awak media bahwa sebenarnya sudah banyak kali rapat dan pada intinya masyarakat sudah menolak keberadaan perusahaan tambang di wilayah Posek. Namun pak kades saja yang memaksakan diri untuk meloloskan perusahaan tambang timah laut beroperasi.

"Jadi yang jelasnya pak masmin sebagai perwakilan perusahaan punya kepentingan," ucap masyarakat banyak kepada Awak media.

Menanggapi permasalahan di dalam rapat,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LAKI. Azrah mengatakan. Kepala desa masmin sudah merendahkan oknum yang terkait, dalam rapat sebesar ini tidak memberikan undang rapat kepada intansi terkait,seperti Babinsa, Babinkantibmas dan juga Danpos Al, nah, Seumpama ada keributan di dalam forum rapat siapa yang di persalahkan?. ucap Azrah.

Lanjut Azrah"rapat seharusnya di sediakan daftar absen dari setiap dusun yang menghadiri, dan juga daftar absen dukungan. Jadi bisa mengetahui lebih banyak mana diantara yang mendukung dan tidak mendukung. tegasnya.

Masmin saat di konfirmasi awak media di depan forum rapat terkait tidak menyebarkan undangan sulit untuk menjawab, namun setelah nyaris ada keributan masmin baru ada telpon ke AL.

Sampai rapat bubar keputusan masyarakat menolak perusahaan tambang timah laut wilayah kepulauan Posek."(*)

Reporter : Tim
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.