IKLAN ATAS

Lebaran 1440

Hari Kebangkitan Nasional, Perkumpulan Poesaka Noesantara Peringati Gebyar Nusantara

Hari kebangkitan nasional 
Redaksibekasi.com- Jakarta: Hari Kebangkitan Nasional yang ditetapkan setiap tanggal 20 Mei oleh Pemerintah Indonesia adalah sebagai salah satu momentum dan tonggak sejarah untuk terus mengingat perjuangan para pemuda dan mahasiswa di zamannya yang berjuang mempertahankan kedaulatan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sesepuh nusantara dan ribuan massa yang tergabung dalam perkumpulan Poesaka Noesantara peringati gebyar nusantara dalam hal itu dalam rangka memperingati hari kebangkitan nasional di Musium Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan.

Diketahui acara tersebut dihadiri Ketum Poesaka Nusantara Kembali Imam Sugiharto, Nasep Iskandar selaku sekjen, Bp. Erlangga selaku penasehat, para tokoh masyarakat, Tokoh Nasional, para mahasiswa/i, tokoh perempuan dan ibuan massa yang tergabung di seluruh pelosok Indonesia, diacara tersebut juga di meriahkan oeh musik khas daerah dan tarian budaya nusantara.

“Permasalahan nusantara harus diselesaikan dengan cara Noesantara serta dengan sesepuh nusantara.Bukan cara budaya luar negeri bagi siapapun yang tidak setuju dengan adanya negeri nusantara ataupun pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika."Kata Imam Sugiarto Ketua umum Poeska Noesantara Kepada media Senin (20/05/2019) saat konfrensi Pers.

“Kami persilahkan dengan hormat untuk angkat kaki tinggalkan negeri nusantara yang tercinta ini,” tambahnya.

Imam mengatakan, jangan merusak dan menghasut atau mengadu domba demi kepentingan sesaat sebab kita putra putri nusantara akan mempertahankan dengan jiwa raga.“Kami putra putri nusantara akan mempertahan dengan segenap Jiwa raga Kami dan nusantara tetap ada untuk selama-lamanya,” ucapnya.

Hal itu untuk kata Imam Poesaka Noesantara kembali dengan dasar pemikiran Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa yang sudah berdiri sejak abad 14, bahwa Republik Indonesia belum ada. Cakrawala mandala dwipantara adalah cita-cita luhur menyatukan kerajaan-kerajaan diseluruh penjuru negeri menjadi nusantara.

“Maka dari itu mari amalkan dan laksanakan Bhinneka Tunggal Ika dan lakukan keputusan kongres pemuda tahun 1928 serta mengimplementasikan dasar teks proklamasi dengan baik dan benar, selain itu juga harus menaati Undang-undang dasar (UUD) negara republik indonesia tahun 1945,” pungasnya.

Ditemui dilokasi yang sama H. Nasep Iskandar selaku SekJen turut pula mengungkapkan terkait giat Ini "Yang pertama saya ingin menyampaikan bahwa jangankan Indonesia bahkan dunia pun sedang menghadapi krisis yang dinamakan "krisis dimensional" yaitu krisis yang menyentuh secara intelektual, moral, dan spiritual. Hari ini masyarakat Indonesia diperingatkan kembali akan sejarah, kebangsaan akan keindonesiaan mengingat kondisi objektif pada hari ini, semoga negara kita akan lebih baik lagi dan kita semua memiliki semangat kebatinan yang sama akan keIndonesiaan."(*)

Reporter : Nha
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.