Terbaru

6/recent/ticker-posts
Budiyanto PKS Bekasi

Kodim 0910/Malinau Beserta Instansi Pemerintah Kab. Malinau Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke 111 Tahun 2019

Add caption
Redaksibekasi.com- Malinau: Pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019 Pukul 08.15 Wita bertempat di Lapangan Upacara Pemda Malinau Malinau, Jl. Pusat Pemerintahan Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kaltara telah berlangsung Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke 111 Tahun 2019 di Tingkat Kabupaten Malinau yang dihadiri oleh Sekitar 300 Orang.

Yang Bertindak Sebagai Pejabat Upacara adalah sebagai Inspektur Upacara  Wakil Bupati Malinau Ir. H. Topan Amrullah S.Pd.,M.Si, Perwira upacara Pasi Ops Kodim 0910/Mln Kapten Inf M.Sutiono dan Komandan Upacara Dankipan C Yonif 614/Rjp Kapten Inf Januar Sani.

Adapun Pasukan yang hadir dalam Upacara HARKITNAS kali ini antara lain: 1 Pok Korsik dari Anggota Yonif 614/Rjp, 1 SST Anggota Kodim 0910/Mln, 1 SST Anggota Satgas Pamtas Yonif 144/JY, 1 SSK Anggota Yonif 614/Rjp, 1 SSR Anggota Brimob Malinau, 1 SST Anggota Polres Malinau, 1 SST Satpol PP Kab.Malinu, 1 SSR Linmas Kab.Malinau, 1 SSR Damkar Kab.Malinau, 2 SSK ASN Jajaran Pemda Malinau, 1 SSR Mahasiswa Poltek Malinau, 2 SST Gabungan Pelajar SMAN 1 dan SMAN 8 Kab. Malinau.

Dalam Sambutanya Wakil Bupati Malinau membacakan Sambutan dari Menteri Komunikasi Dan Informatika RI yang intinya antara lain;

Saudari-saudara seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang saya hormati,
Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "amukti palapa". Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi."(*) 

Reporter : Red 
Editor : Luk