IKLAN ATAS

Proyek Tambal Sulam Jalan Jejalen Jaya Di Kerjakan Asal-Asalan, Ini Kata Sniper Indonesia

Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) diduga dikerjakan        Asal-asalan.
Redaksibekasi.com- Tambun utara: Proyek Kegiatan pemeliharaan Jalan dengan hotmix di Desa Jejalen jaya Kecamatan Tambun utara yang dikerkajakan oleh pemborong lokal, Sempat menjadi pertanyaan berbagai pihak, Lantaran proyek perawatan yang dananya dikucurkan dari anggaran pemerintah kabupatan bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) diduga dikerjakannya Asal-asalan.

Sementara itu rekan media mencoba klarifikasi kepada pihak Dinas PUPR yang berada di lokasi, terkait pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jalan Desa Jejalen jaya yang tidak pakai plang papan nama/ bagisting, tidak di semprot terlebih dahulu dan tidak pakai walls yang memadai (hanya Baby Walls-red).

“Ini kan pemeliharaan jadi gak perlu papan kegiatan. Bebas mau dikerjakan kapan saja, “kata Asep dari Dinas PUPR yang berada dilokasi kegiatan. Rabu (21/5).

Disinggung terkait ketebalan aspal yang sedang diawasinya, dirinya mengakui bahwa ketebalannya kurang dari tiga Centimeter. Bahkan menurutnya, dikerjakan setipis apapun bukanlah masalah. Karena, tidak akan mempengaruhi daya tahan aspal itu sendiri.

“Gampang, kegiatan ini kan mempunyai panjang+-200 meter, kalau kurang tebal tinggal ditambahkan panjangnya saja, “kelitnya.

Sementara, pria yang disebut-sebut sebagai konsultan kegiatan Pemeliharaan jalan di Jejalen Jaya Tambun utara menjelaskan, seharusnya aspal dikerjakan dengan ketebalan 3 cm.

“Saya sudah bilang ke pelaksananya, tapi dicuekin. Tetap aja dia kerjakan tidak setebal 3 cm, paling tebal juga 2 cm, “terang konsultan sambil bergegas menghindari awak media dan enggan menyebutkan namanya.

Sementara itu, Madrawi Kepala divisi korupsi dan politik LSM sniper Indonesia, Angkat bicara terkait kegiatan pengaspalan jalan di Desa Jejalen Jaya. Diduga kegiatan tersebut di kerjakan asal2an karena pengerjaannya juga tidak sesuai dengan tahapan sebagaimana layaknya pengerjaan proyek pacing /tambal sulam, Bahkan biasanya dalam pelaksanaan kegiatan pemeliharaan tanpa adanya pengawasan dari dinas terkait.

"Makanya hasil pekerjaan  gak bagus dari tahun ke tahun, Lantaran kegiatan pemeliharaan sering di kerjakan tidak sesuai dengan RAB," Kata Madrawi.

"Akibatnya, Banyak kegiatantambal sulam hasilnya  buruk dan tidak bertahan lama sudah Rusak," tambahnya.

Dikatakan Kepala divisi korupsi dan politik, Dalam pelaksanaan proyek perawatan jalan seharusnya, Alat berat yang di pergunakan untuk pemadatan Mestinya kan pakai yang 6 ton /lebih besar agar hasilnya maksimal bukan hanya menggunakan Baby Walls, Serta sebelum aspal di gelar harusnya dilakukan pembersihan/ semprot angin terlebih dahulu sebelum Lpb /lapisan pondasi bawah di gelar.

"Yah, Agar mendapatkan hasil maksimal tentunya harus dilakukan Sesuai ketentuan yang ada, Setelah dilakukan penyemprotan, baru pakai Bescos atau abu sclining terus ATB/Aspal kasar baru pakai Wering 3cm dan selanjutnya dengan menggunakan Aspal Alus ( ATB 4 Cm)," Ungkapnya.

"Sebagai lembaga tentunya kami berharap, Jangan sampai setiap kegiatan proyek pemda kabupaten bekasi di kerjakan tidak sesuai dengan aturan dan nantinya hasil akhir tidak maksimal bahkan terkesan  jadi proyek bancakan," pungkasnya."(*) 

Reporter : Red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.