IKLAN ATAS

Menuju Indonesia Emas, Destinasi Wisata Sungai Rindu Jadi Referensi Liburan Keluarga

Destinasi Wisata Mangrove
Redaksibekasi.com- Tarumajaya: Liburan lebaran 1440 Hijriah tahun 2019 telah berlalu. Bagi warga Bekasi khususnya daerah Kecamatan Babelan, Kecamatan Tarumajaya  dan sekitarnya yang tidak mudik, Momentum libur hari raya dimanfaatkan untuk saling kunjung mengunjungi sanak keluarga, Bahkan ada sebahagian warga yang dimanfaatkan berwisata keluarga ke berbagai tempat destinasi wisata , Contohnya yang ada di di sekitaran pesisir pantai Utara Kabupaten Bekasi.

Destinasi Wisata Mangrove"
Sebut saja 2 (dua) tempat destinasi wisata mangrove diwilayah pesisir utara yang sudah cukup terkenal di kabupaten Bekasi yaitu Jembatan Cinta  Sungai Rindu dan Sunge Jingkem. Sempat terjadi  Lonjakan pengunjung bukan saja dipadati pengunjung lokal bahkan ada yang dari luar daerah.

Sunge Jingkem"
Sementara itu, Spot wisata mangrove lainnya, yang terbilang baru seperti Sunge Jingkem di desa Samuderajaya Tarumajaya juga merasakan hal yang sama. Dalam status Facebooknya Sunge Jingkem memberi selamat kepada pengunjung ke 2000  selama musim libur lebaran 2019.

Wisata lebaran memiliki karakteristik tersendiri. Suasana kekeluargaan dan berkumpulnya sanak saudara yang datang dari jauh merupakan ciri dominan para wisatawan lokal saat libur lebaran

Pengunjung datang bersama-sama dalam rombongan besar dan mencari spot wisata yang dapat mereka nikmati bersama. Tidak jarang diantara mereka membawa serta anak-anak kecil hingga bayi. Sesuatu yang perlu penanganan khusus agar semua pihak dapat menikmati kebersamaan kekeluargaan selain berwisata.

SUNGAI RINDU'
Ekowisata Mangrove Sungai Rindu adalah salah satu spot wisata mangrove yang terletak di tepi Kali Kaloran di Kampung Sembilangan Desa Huripjaya Babelan. Titian bambu sepanjang kurang lebih 700 meter membentang di salah satu sisi Kali Kaloran yang dilindungi rimbun pepohonan mangrove, sekitar 15 saung tempat berteduh mengisi titian bambu tersebut. Wilayah itulah yang kini dinamakan Ekowisata Mangrove Sungai Rindu.

Saung-saung berteduh yang rata-rata berukuran 3x5 meter itu ada yang merupakan spot kuliner, ada yang berisi spot foto, musholah, atau hanya saung kosong untuk berkumpul menikmati pemandangan rimbunnya mangrove yang menghijau dan menikmati angin segar yang berhembus.

Di saung-saung inilah para wisatawan keluarga menikmati suasana, beristirahat setelah berkeliling dengan perahu menyusuri pesisir laut utara Bekasi, makan bersama, ngobrol-ngobrol santai, foto-foto bersama dan berbagai kegiatan bersama lainnya.

Teduhnya suasana yang dilindungi rimbunnya mangrove dan segarnya tiupan angin laut menjadikan Sungai Rindu menjadi satu-satunya destinasi wisata mangrove di pesisir Bekasi yang cocok untuk tipe wisatawan keluarga.

CSR Sampai saat ini satu-satunya perusahaan yang mulai menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Ekowisata Mangrove Sungai Rindu adalah PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar. Bantuan CSR dari PT PJB UP Muaratawar telah dimanfaatkan oleh pengelola Sungai Rindu untuk mengembangkan dan memelihara ekosistem mangrove di Sungai Rindu.

Diharapkan agar beberapa perusahaan lain yang ada di sekitar wilayah Ekowisata Mangrove Sungai Rindu seperti T. Cikarang Listrindo Tbk (PT. CL Tbk), PT. Mega Agung Nusantara (MAN), PT PGN Muara Bekasi dan lain-lain dapat pula berkontribusi aktif dalam pengembangan wisata di Ekowisata Mangrove Sungai Rindu sebagai salah satu upaya pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka."(*)

Reporter : Red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.