IKLAN ATAS

Pengamat Politik Ungkap, Bursa Calon Wabub Bekasi Dibanjiri ASN, Ini Kata R.Meggi Brotodihardjo

Pengamat Politik Ungkap, Bursa Calon Wabub Bekasi Dibanjiri ASN, Ini Kata Meggy Brojo
Redaksibekasi.com- Kabupaten Bekasi: Bursa calon Wakil Bupati (Wabup) kabupaten bekasi, Semakin seru dan menghangat. Lantaran munculnya sejumlah nama dari kalangan Aparatur Sipil negara (ASN) Ikut ambil bagian daftar nyalon Wabub.

Sejak diumumkannya pembukaan  pendaftaran bakal calon Wakil Bupati bekasi, Pada tanggal 17 Juni-02 Juli 2019  oleh Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) partai Golkar kabupaten bekasi.

Hingga hari ke tiga pendaftaran, Sejumlah nama-nama warga kabupaten bekasi terus bermunculan untuk ambil bagian daftar jadi bakal calon wakil bupati bekasi, Untuk mendampingi Bupati Bekasi EKa Supria Atmaja sisa masa Jabatan 2017- 2022.

Diketahui sebelumnya, Sejak dibukanya pendaftaran bakal calon Wakil bupati (Wabup) bekasi, Nama-nama Kader Partai Golkar sudah mengisi formulir pendaftaran, Diawali oleh Muhtada Sobirin, Politisi muda partai golkar menjadi pendaftar pertama, dilanjutkan dengan Hj. Siti Qomariah Sip, Kader Partai Golkar, KPPG Tarumajaya, Mantan Kepala Desa Setia Asih Dua periode, Ikut ambil bagian dan merasa terpanggil untuk mendaftar Jadi Wakil Bupati bekasi, dilanjutkan dengan H. Amin Fauzi (Golkar).

Di hari kedua dan ketiga yang mendaftar ialah Juhandi (ASN), Obing Fachrudin (Golkar) dan Guntur Mulyana (Golkar) dan Dadang Mulyadi (ASN) serta Deden setiawan (ASN) Ikut mendaftar.

Menanggapi maraknya sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Bekasi yang ikut ambil bagian dan sudah daftar Nyalon bakal wakil bupati bekasi, Pengamat Politik R.Meggi Brotodihardjo,  Angkat bicara!

"Seharusnya ASN yang ikut mendaftar sebagai wakil bupati bekasi, Mengajukan surat pengunduran diri, Ini peraturan, Ini Undang-undang masa mau di langgar," ungkap R.Meggi Brotodihardjo, Rabu (19/6) di Bekasi.

Dikatakan R.Meggi Brotodihardjo, Didalam PP 18 Tahun 2013 diatur Tata cara Pengunduran diri PNS serta Pasal 119 dan 123 Undang Undang No: 5 Tahun 2014 yang berbunyi.

Pasal 119: Pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur, bupati/wali kota, dan wakil bupati/wakil wali kota, wajib menyatakan pengunduran diri secara tertulis dari PNS sejak mendaftar sebagai calon.

*Pasal 123 ayat (3): Pegawai ASN dari PNS yang mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi presiden dan wakil presiden; ketua, wakil ketua, dan anggota DPR; ketua, wakil ketua, dan anggota DPD; gubernur dan wakil gubernur; bupati/wali kota dan wakil bupati/wakil wali kota *wajib*, menyatakan pengunduran diri secara tertulis sebagai PNS sejak mendaftar sebagai calon.

"Disini sudah Jelas aturannya *Sejak mendaftar sebagai calon* *wajib*, menyatakan pengunduran diri secara tertulis sebagai PNS," tandasnya.

"Pengajuan surat pengunduran diri tidak dapat di tarik kembali," Imbuhnya.

Sementara itu dikatakan Meggy, Saya sudah dengar, Terkait adanya info bakal calon wakil bupati Bekasi yang akan ikut mendaftar orang dari luar daerah Kabupaten, itu sah-sah saja, Akan tetapi.

"Sebaiknya yang menjadi Wakil Bupati Bekasi, orang Bekasi dan mempunyai kredibilitas, loyalitas, elektabilitas dan lainya, Yah,..Tentunya yang paling tahu di daerah itu sendiri orang Bekasi," pungkas Pengamat ASN R.Meggi Brotodihardjo."(*) 

Reporter : Red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.