IKLAN ATAS

Derita Warga Sriamur Soal Jalan Kampung Turi, Ini Kata Usman BG Ketua Pewarta Bekasi

Jalan kampung Turi sepanjang 2,5 KM
Redaksibekasi.com- Tambun Utara: Ditengah percaturan Kancah politik di Kabupaten Bekasi yang semakin menghangat, Terutama soal penjaringan bakal calon wakil bupati bekasi yang hingga saat ini masih belum ada titik terang.

Serta persoalan lainnya yang menjadi PR dan tugas berat dalam program 100 hari Kerja Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja, Ada sekelumit harapan warga Desa Sriamur kecamatan Tambun Utara khususnya, Sudah 3 tahun lamanya  soal Jalan kampung Turi sepanjang 2,5 KM sudah stadium IV, Seolah terabaikan dan termarjinalkan, Dimana kehadiran pemerintah bela masyarakatnya..?

"Yah, Kami berharap untuk yang kesekian kalinya, Tolong kepada pemerintah daerah, Agar Infrastruktur akses Jalan Kampung turi serta  perbaikan drainase dapat  menjadi perhatian khusus, Berharap Bupati Bekasi di bawah pimpinan H.Eka Supria Atmaja untuk segera (urgent) ditindak lanjuti atau disediakan dana talangan atau apa namanya baik melalui instansi terkait atau juga Bupati Sidak Langsung," hal itu dikatakan Usman BG, Ketua Pewarta Bekasi, Minggu 28/7.

"Sudah tiga tahun warga sriamur dimiskinkan oleh pemerintahan kabupaten bekasi, buat membangun dan peningkatan  akses jalan desa kampung turi saja sampai ganti bupati lagi masih belum ada tanda-tanda perbaikan," tegasnya.

Dikatan Ketua Pewarta Bekasi, Masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, Akan tetapi yang paling di keluhkan warga soal Jalan kampung turi sepanjang 2,5 KM, kerusakannya saat ini sudah amat sangat memprihatinkan, Masyarakat dibuat sengsara olah kondisi jalang yang hancur dan berlubang bagai kubangan kerbau, Siapa yang tanggung Jawab?.

"kami sebagai warga Kabupaten bekasi yang tunduk dan patuh akan aturan dan hukum yang berlaku, Tak ingin ada demo, unjuk rasa tanam pisang atau pemblokiran jalan, Kwatir nanti di katakan provokator," ungkapnya.

"Ya, pemerintahnya aja kudu pada melek, Pajak di tarik, Anggaran dana desa gede, ada dari provinsi dan pusat, Masa iya buat bangun jalan aja ga becus, Siapa menyalahkan siapa?," imbuhnya.

"Saya berharap Jalan dikampung Turi yang menghubungkan 3 Kecamatan (Tambun Utata, Babelan dan Sukawangi) serta perbaikan Saluran air/got yang sering meluap ke Jalan, Agar jadi perhatian serius Pemda Kabupaten bekasi, Karena Jalan Kampung turi saat ini bukan lagi berfungsi sebagai jalan desa tapi lebih dominan jadi Jalan utama, Dum Truck 24 fit, Kontainer, Truk Pasir semua lewat Jalur ini," pungkas Usman BG, Ketua Pewarta Bekasi yang Peduli Lingkungan.

Hal senada dikatakan warga sriamur lainnya, Kong Mansur (65) yang keseharian berprofesi sebagai pedagang Pepaya yang pulang pergi menggunakan akses jalur  ancur kampung turi.

"Yah, Saya cuman masyarakat kecil kemana harus mengadu, Beberapa hari lalu, Dagangan saya pulang belanja dari pasar Babelan, Ampar-amparan semua lantaran terperosok jalan ancur dan banjir air got," keluh Kong Mansur.

Sementara itu hingga berita ini tayang pihak desa Sriamur belum ada yang dapat memberikan komentar.

*Ini yang Penting*
Dari info yang berkembang Jalan Kampung turi Sriamur tidak dapat pengalokasian anggaran baik APBD/ABT Perubahan tahun 2019.

Ada Info lainnya, Jalan Kampung turi Akan di bangun, tetapi bukan dari pengajuan ataupun Usulan dari Kecamatan Tambun utara, Tetapi dari Kegiatan  desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi.

"Yah, Ada info aja, Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi dapat 9 (Sembilan) Titik peningkatan jalan, Akan tetapi 4 (empat)Titik bakal dialihkan Ke Jalan Kampung Turi, Sriamur Kecamatan Tambun Utara," Ungkap seorang nara sumber yang enggan disebut namanya.

"Jika hal ini benar adanya, Dimana peran Dinas terkait, Secara aturan dibenarkan atau tidak, pindah Titik kegiatan tapi beda Desa beda kecamatan, dan sosial kontrol harus pantau itu kegiatan, "pungkasnya."(*) 

Reporter : Red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.