IKLAN ATAS

Menyonsong Era Bekasi Baru Bekasi Bersih, Pengamat ASN Sebut, Bupati Perlu Seorang Wakil

R.Meggi Brotodihardjo/Pengamat ASN
Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Mungkinkah Jargon Bekasi Baru Bekasi Bersih Bisa terwujud?????. Pencanangan slogan Bekasi Baru Bekasi Bersih oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja, Agar Kabupaten Bekasi bisa semakin baik dan semakin bersih seyogianya direspon cepat oleh seluruh birokrat dan masyarakat kabupaten bekasi untuk bisa segera diwujudkan," hal itu dikatakan R.Meggi Brotodihardjo/Pengamat ASN, Senin 29/7.     
Lebih lanjut dikatakan Meggy, Slogan yang berawal dari ucapan lantang Soni Sumarsono (Dirjen OTDA Kemendagri) kepada Bupati Eka Supria Atmaja dalam memberikan semangat baru semasa ditunjuk sebagai PLT Bupati Bekasi Pasca OTT Kasus Meikarta, kemudian disambut baik oleh Bupati Eka serta mengadopsinya menjadi slogan dimasa kepemimpinannya.             
Menurut R.Meggi Brotodihardjo yang juga Ex Tim Perumus Visi-Misi Kabupaten Bekasi tahun 2001, bahwa slogan (visi-misi) kabupaten bekasi 2017-2022 yang sudah masuk dalam RPJMD adalah “Bekasi Bersinar” (Berdaya saing, Sejahtera, Indah dan Ramah lingkungan).

Hal ini perlu dipertegas, agar tidak bias dalam memastikan arah. pembangunan Kab Bekasi, serta instrument untuk mengukur pencapaiannya.                           

Kerja Keras, Kerja Nyata serta menjalankan agenda Reformasi Birokrasi adalah hal yang harus segera dilakukan untuk mewujudkan impian itu," tegas Meggi yang juga Ketua Dewan Pengawas LSM-SIR.

Selanjutnya Transformasi Birokrasi hingga keakar-akarnya sangat mendesak dilakukan mengingat secara Diakronis selama ini penilaian kerja aparat birokrasi hampir tidak berbasis kinerja, tetapi berbasiskan kepatuhan semata.

Sulit membayangkan kapabilitas untuk mewujudkan visi-misi dengan kondisi birokrat saat ini yang mengabaikan prinsip kompetensi the right man in the right place, etos kerja yang rendah, Sistem management yang kurang baik, ditambah lagi fenomena yang muncul Pasca Tsunami birokrasi atau OTT kasus Meikarta, Ada Indikasi ketakutan, kelesuan dan tidak bersemangat. Penyerapan Anggaran yang minim dan lambat merupakan salah satu indikator buruknya sistem management (perencanaan)," tambahnya.

Oleh karena itu lanjutnya, Perlu segera membenahi Sistem Management, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP). Konkritnya perlu segera dilakukan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah," imbuhnya.

Dikatakan Meggi, Tindakan mengeliminasi birokrat yang tidak patuh, tidak mampu serta lambat dalam mengeksekusi kebijakan yang sudah ditetapkan, terlebih lagi yang sudah terindikasi KKN dan yang tidak menjalankan Tupoksinya, perlu segera dilakukan Law enforcement.

Merujuk pada Keputusan MenPAN nomor 63/kep/M PAN/7/2003, Tugas birokrasi pada intinya adalah pelayanan, Oleh karenanya mendesak dilakukan transformasi mindset.

"Birokrasi adalah abdi masyarakat, bukan sebagai abdi negara apalagi abdi heula (mendahulukan kepentingan pribadi), maka sudah seharusnya tenaga fungsional untuk melayani masyarakat harus lebih banyak dari struktural," tegasnya.

Meggi mengapresiasi langkah awal bersih-bersih dalam kegiatan Tes Urine untuk eselon I dan II untuk memastikan ASN bebas Narkoba. Langkah-langkah cepat selanjutnya, seperti Pakta Integritas yang digadang Bupati Bekasi, diharapkan bisa segera terealisasi.   

"Banyaknya masalah tersebut juga mengindikasikan bahwa Bupati perlu seorang Wakil Bupati untuk mendampingi mewujudkan visi-misi Kabupaten Bekasi," tandasnya. Mengakhiri pembicaraan, mengutip kata orang bijak “ucapan adalah doa”,

"Semoga Bekasi Baru Bekasi Bersih segera terwujud, Jangan sampai ucapan atau janji itu menjadi kebohongan publik yang sustainable (berkelanjutan), "pungkas  R.Meggi Brotodihardjo/Pengamat/Ketua Dewan Pengawas LSM-SIR."(*) 

Reporter : Red 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.