IKLAN ATAS

PJT Respon Keluhan Warga Desa Karang Segar Dan Karang Harja, Ini Kata Sekdes Suhandi

Add caption
Redaksibekasi.com- Pebayuran: Kemarau panjang yang terjadi di wilayah kabupaten bekasi dan sekitarnya mengakibatkan Sejumlah lahan pertanian di wilayah utara mengalami Kekeringan yang berakibat gagalnya musim tandur.

Ada dua Desa di Kecamatan Pebayuran yang mengalami kekeringan (Desa Karang Harja dan Desa Karang Segar) dan melalui laporan warga dilanjutkan melalui pemerintahan desa mencari solusi untuk kelancaran air baku pertanian, Alhamdulillah Saat ini sudah mulai ada respon dari  Dinas  terkait.

Diketahui sebelumnya, Melalu koordinasi antara pemerintahan desa dan dinas terkait. Pihak Perum Jasa Tirta-PJT telah memberikan bantuan sewa Beko Excavator ke dua Desa tersebut, untuk melebarkan sisi sungai yang semakin menyempit yang mengakibatkan debit air bekurang habis di tengah jalan sehingga tidak sampai mengalir ke wilayah Desa Karang Segar dan yang paling ujung Desa Karang Harja.

"Lantaran penyempitan badan sungai yang digarap oleh warga, Dan desa kami terletak paling ujung, Jadi debit air gak sampai ke Desa kami," kata Suhandi sekdes Karang Harja selaku inisiator. kamis 25/7

"Untuk anggaran di antaranya beli bahan bakar untuk escavator, dan pembayaran operatornya Kami Swadaya antara Desa Karang Harja dan Desa Karang Segar, PJT hanya menyewakan Eksavatornya saja, mengingat betapa urgentnya masalah pengairan di lahan pertanian Kami," Jelas Sekdes Suhandi.

Sementara itu, Salah satu Stap Desa (Kesra) Kholil menambahkan, Bahwa penyempitan aliran sungai yang ada sepanjang BKG  satu dan dari depan lapas Cipayung sangat tampak penyempitannya hampir separuh nya menutupi badan sungai.

"Belum lagi eceng gondok yang tumbuh di sepanjang sungai dan inilah titik penyebab debit air yang berkurang drastis sehingga aliran air tidak sampai ke pesawahan di Desa Kami karena habis di tengah jalan," imbuhnya.

"Awalnya Kami mencoba berinisiatif untuk meminta langsung ke Pihak PJT, dan hasilnya di respon, Selanjutnya  Kami dipasilitasi (disewakan) alat berat,  walaupun Kami yang membayar upah operator dan membeli bahan bakar Eksavator tersebut, Karena ini menyagkut warga dan para petani yang ada di Desa Kami," pungkasnya.

Dalam pantaun awak media kegiatan normalisasi baru pembuatan badan jalan untuk escavator, renvana sekitar panjangnya 100 meter yang akan di kerjakan."(*) 

Reporter : Iwan
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.