IKLAN ATAS

Tolak Wabup Bekasi Yang Bukan Putra Daerah, Sejumlah Ormas Tandatangani Petisi


Redaksibekasi.com- Kabupaten bekasi: Sejumlah tokoh masyarakat Bekasi bersama Aliansi Ormas Bekasi (AOB) dengan tegas menolak Wakil Bupati Bekasi yang bukan merupakan putra daerah. Hal ini diungkapkan oleh Ketua AOB, Zaenal Abidin, dalam acara diskusi santai dengan sejumlah tokoh yang digelar bersama  Aliansi Ormas Bekasi (AOB) bertajuk “Kongko Tokoh Bekasi: Tentang Masa Depan Kabupaten Bekasi” di RM Warna Warni, Rabu (10/6/2019) sore.

Suara penolakan ini pernah mereka dengungkan pula saat menggelar acara halalbihalal ormas se-Kabupaten Bekasi di saung Jati Kali malang pertengahan Juni lalu.

Menurut Zaenal, penolakan tersebut adalah respon dari hiruk pikuknya bursa calon Wakil Bupati Bekasi. Isu ini terus berkembang di tengah masyarakat seiring dengan dibukanya pendaftaran Cawabup Bekasi. Cukup banyak yang mendaftar. Tercatat ada 18 nama, dari mulai tokoh masyarakat, politisi, Kepala Desa, sampai birokrat turut berkompetisi memperebutkan posisi ‘orang nomor dua di Kabupaten Bekasi’ ini.

“Dari nama-nama yang beredar diantaranya, Muhtada sobirin, Hj.Siti Qomariah, Amin Fauzi, Tuti Yasin serta sejumlah nama lainnya, Akan tetapi ada  beberapa peserta bakal calon wakil Bupati bekasi bukan putra daerah bekasi. Mereka orang yang tidak laku di daerahnya. Kami jelas menolak, sebab Bekasi bukan tempat pembuangan sampah politik,” tegas ketua AOB tanpa ragu.

Lebih jauh, Yan Rasyad, Ketua KONI Kabupaten Bekasi yang turut hadir dalam acara diskusi tersebut, menekankan bahwa Wakil Bupati Bekasi semestinya yang paham kultur masyarakat dan segala potensi Kabupaten Bekasi. “Jangan hanya menjadi penonton. Orang Bekasi harus terlibat dalam pembangunan daerah (dengan menjadi Wakil Bupati),” ucap Yan.

Bekasi sekarang, kata Yan, adalah kota metropolitan. Karenanya, warga Bekasi dituntut harus aktif dalam membaca realita dan dinamika yang berkembang. Apalagi, Bekasi punya pundasi yang kuat, yakni masyarakatnya agamis dan bermental pejuang.

“Selain itu orang Bekasi juga punya keahlian, kok. Buktinya, jangankan (menduduki posisi Wakil Bupati), Bupati-nya saja orang Bekasi asli, kan? Jadi tidak ada alasan Wakil Bupati malah justru diisi oleh orang dari luar (Bekasi),” Imbuhnya.

Pernyataan Yan diamini oleh salah seorang tokoh masyarakat Bekasi, H. Turmudzi. Ia mewanti-wanti, bahwa jangan sampai posisi Wabup disi oleh orang dari luar Bekasi, apalagi hanya karena desakan kepentingan dan jadi bancakan elit tertentu.

“Kita (masyarakat) punya hak untuk menyodorkan nama. Sebab kita punya kearifan lokal, punya kejeniusan lokal. Jangan sampai momen ini menjadi bancakan oknum, yang pada akhirnya, penderitaan itu dirasakan oleh orang Bekasi sendiri,”kata dia penuh penekanan.

Ada 28 perwakilan ormas yang tergabung dalam Aliansi Ormas Bekasi (AOB), tokoh masyarakat dan tokoh muda Bekasi hadir pada diskusi hari itu. Selesai acara, peserta diskusi menandatangi petisi penolakan terhadap Wakil Bupati yang bukan putra daerah. “Petisi ini nantinya bakal kami bawa ke Pak Eka (Bupati Bekasi) supaya beliau tahu aspirasi kami,” pungkas Zaenal."(*)

Reporter : Nha 
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.