IKLAN ATAS

bisotisme

Usai Putusan MK, Relawan Dan Pendukung Prabowo-Sandi Gelar Konsolidasi Dan Pernyataan Sikap

Add caption
Redaksibekasi.com- Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Hasilnya, MK menolak seluruh permohonan BPN 02 Prabowo-Sandi. Keputusan MK ini bersifat final dan mengikat meskipun tidak dapat memuaskan semua pihak.

Seiring dengan putusan tersebut, KPU pun sebagai penyelenggara Pemilu sudah menetapkan 01 Jokowi-Makruf Amin sebagai pemenang.

Terkait hal itu, Koalisi Relawan dan Pendukung Prabowo Sandi mengundang sejumlah rekan media dalam acara Konferensi Pers, Pernyataan Sikap dan Konsolidasi Relawan dan Pendukung Prabowo-Sandi Pasca Putusan MK" yang  diadakan D Hotel Sopyan tebet,
Jalan Sultan Agung No. 9, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selasa, 2 Juli 2019.

Dari Notulen Konfress, isinya sebagai berikut:

*KAMI MENOLAK*
-Segala bentuk kriminalisasi Ulama, makarisasi Ulama, tokoh-tokoh politik,
-Terjadi pembiaran LGBT, sekularisasi, sex bebas.
-Terjadinya penjualan asset2 negara
-Pembiaran pribumi terpuruk dalam hal tenaga kerja, dan masuknya tenaga kerja asing dari RRC-Terjadinya penganiayaan  terhadap orang-orang yang diambil polisi ketika kejadian di Jalan Tanah Abang, Petamburan, Slipi padahal tidak semuanya dari mereka yang ditangkap bersalah.

*SIKAP & PRINSIP TERHADAP PUTUSAN MK*

1. Kami menolak putusan MK yg melegitimasi perbuatan kecurangan dalam Pilpres. Karena hal tersebut juga perintah agama Islam. Jangankan satu mahkamah, sejuta mahkamah yg melegalkan perbuatan curang akan kami lawan.

2. Kami tetap akan memperjuangkan kedaulatan rakyat dan menuntut segala bentuk  kejahatan kemanusiaan

3. Ada pihak-pihak yg menggoreng tentang kepulangan Habib Riziq Syihab, spt ucapan2 yang tdk senonoh dari Puan Maharani, Moeldoko. HRS hanya takut Ummat Islam jauh dari agama, takut LGBT marak di Indonesia. HRS tdk takut justru Rezim ini yg takut tiap kali ada *AKSI 212.* Ada aseng eksodus besar2an meninggalkan Indonesia tiap ada Aksi 212.

Dalam konfress tersebut, Ada sejumlah pembicara diantaranya Ketua Alumni 212 Ustadz Slamet Ma'arif dan  Ketua GMJ Ust Namrudin DF dan Ustadz Khothot serta ada Ustadzah Nurdiati Akmal yang menggebu-gebu menyampaikan bahwa

"Kita sdh berjuang utk Pak Prabowo jadi tolong Bapak JANGAN REKONSILIASI. karena akan menyakiti hati kita pendukung 02. Emak2 tetap menangis karena takut pada NEO KOMUNIS. Bgm dgn anak cucu kita dlm menegakkan agama Allah SWT. Saya takut kita bakal terusir dari negeri kita, masih adakah mesjid? Masih bisakah anak cucu kita beribadah??," kata Ustadzah Nurdiati Akmal.

Sementara itu Ustadz Khothot mengingatkan soal Jabatan hanya Amanah dan dihari kiamat akan menjadikan sesalan dan hukuman di kemudian hari kecuali orang2 yg  benar dan amanah.

"Jadi silahkan saja ambil kemenangan dgn cara apapun dan tunggu balasannya," Ujar Ustadz Khothot, yang mengajak Spirit 212."(*) 

Reporter : Moh
Editor : Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.