IKLAN ATAS

Amin Fauzi Sebut Soal Cawabub Bekasi Mungkin Ada Rekom Jilid 2


Redaksibekasi.com- Cikarang: H.Eka supria Atmaja SH, (Selaku Plt DPD Partai Golkar Kabupaten bekasi yang Baru) tidak dapat di salahkan soal hiruk pikuk buat figur yang Pas soal Cawabup Bekasi yang sampai saat ini masih gamang.

"Hingga saat ini  belum ada kepastian siapa yang mendapatkan rekom buat Cawabub  Bekasi dari H.Eka Supria Atmaja,"  kata H. Amin Fauzi dalam  gelar konpres dengan sejumlah awak media di kantor redaksi Reborn,  Rabu 31/7.

Dikatakan H. Amin Fauzi, Bahwa perpolitikan di Kabupaten Bekasi ini sangat dinamis, dan saat ini Eka Supria Atmaja selaku PLT DPD Golkar belum menerima rekomendasi dari beberapa Partai Koalisi, yang beredar saat ini mendukung salah satu Cawabup H.Akhmad Marjuki, dan belum ada duduk bersama dengan pihak Partai Koalisi sehingga belum ada rekom yang di terima Eka.

"Golkar sendiri sebagai Partai pengusung sudah ada rekomendasi namun Partai Koalisi belum, Malah dari Partai Nasdem timbul nama H.Rohim Minta Reja," terangnya.

Di samping itu kata H. Amin Fauzi, Dari pihak partai koalisi mendesak Eka Supria Atmaja untuk segera mangeluarkan rekomendasi tersebut, dan bahkan dari DPRD pun sudah melayangkan surat untuk mempertanyakan rekomendasi yang belum di layangkan ke Panlih DPRD.

"Dan Amin menyimpulkan tidak ada nya ke sinkroniasasi antara pihak pihak yang terkait antara Panlih, Partai Koalisi dan Partai pengusung, Bisa jadi  ini menjadi pertimbangan Eka," ujarnya

"Jadi Eka tidak bisa di salahkan karena Eka sendiri baru sebagai PLT DPD Golkar dan harus mempelajari dengan cermat dan hati hati,"Imbuhnya 

Terkhir dikatakan Amin Fauzi, Saat ini pun kepengurusan Panlih akan berkahir 5 Agustus 2019 mendatang.

"Yah, memungkin kan ada rekom jilid dua, sehingga Anggota Dewan yang baru duduk nanti yang akan menjalankan mekanisme pemilihan Cawabup dan rekom kemungkinan pun masih bisa berubah dan bisa terbentuk juga panlih jilid dua," pungkas Amin Fauzi sebagai tokoh masyarakat sekaligus Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat."(*) 

Reporter : Nha
Editor : Luk
Diberdayakan oleh Blogger.