IKLAN ATAS

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Mantan Kades Tanjung Irat Blak-blakan Akui Tertipu Puluhan Juta Rupiah


Redaksibekasi.com- Kepri: Sudah jatuh tertimpa tangga, Hal ini yang menjadi catatan wakil ketua LAMI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Diketahui sebelumnya, Terkait lansiran pemberitaan diberbagai media online dan lainnya yang bertajuk "Diduga Pencairan Dana Kepedulian Terhadap Masyarakat (DKTM) Desa Tanjung Irat Di Mark Up Ketua Tim Dan Kades", pada 13 September 2017 lalu pukul 11.06 PM.

Seiring berjalannya waktu, Terkuak kabar pula KR mantan Kades Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat Kabupaten Lingga Kepulauan Riau (Kepri)  malah di tipu oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab, hingga  puluhan juta rupiah.

Dari info yang dihimpun, Diduga trik penipuan dilakukan dengan modus pengharapan.

"Jika sanggup mengeluarkan uang puluhan juta rupiah KR dijamin akan lepas dari jeratan hukum yang ditindak oleh pihak Kejari Lingga saat itu," ucap wakil ketua LAMI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kepada media Jum'at 09/08 Dini hari.

Kabar ini terkuak atas pengakuan langsung KR yang menyebutkan,

"Saya sangat menyesal karena sudah percaya kepada beberapa orang yang salah dan mengaku dapat  membantu menyelesaikan persoalan, sehingga walaupun sudah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah namun saya masih tetap di proses hukum hingga saat ini mendekam", ini pengakuannya (KR) kepada saya jelas Agus ramdah yang akrab disapa Tok Agus wakil ketua LAMI Provinsi Kepri.

KR juga menyebutkan (kata Agus ramdah-red) pertama saya mengeluarkan 10 juta rupiah diserahkan kepada saudar berinisial BY, yang kedua saya serahkan lagi 50 juta rupiah kepada saudara berinisial 'NR' dengan tujuan yang sama untuk biaya kepengurusan penyelesaian kasus yang disangkakan kepada saya,

"Namun yang disesalkan ternyata semua itu hanya modus mereka untuk memanfaatkan saya yang nyatanya saya tetap diperoses sampai mendekam hingga kini," urainya.

Mirisnya saat dikonfirmasi langsung kepada NR bertempat disalah satu warung kopi (Warkop) Kota Tanjung Pinang pada 25 Juni 2019 lalu NR menyebutkan,

"Satu rupiahpun saya tidak memakan uang itu, semua dikasi kepada saudara berinisial ZL, bukan saya saja malah ada kawan kita berinisial BY ada juga ngambil 10 juta rupiah untuk dikasi ke saudara berinisial LK", akunya NR kepada saya saat itu,  tutup wakil ketua LAMI kepri.

Hingga berita ini diunggah, semua pihak yang disebutkan dalam rilis pemberitaan (Zl, BY dan LK) belum ada tanggapan khusus ke media untuk gelar hak jawab dan sanggahnya."(*) 

Reporter : Tim
Editor : Luk
Diberdayakan oleh Blogger.