IKLAN ATAS

Waspadai ISPA, R.Meggi Sebut Kualitas Udara Kabupaten Bekasi TidaK Sehat, Ini Datanya!


Redaksibekasi.com- Kab.Bekasi: Jangan pernah dianggap remeh soal Polusi udara yang selama ini kita ini kita hirup khususnya bagi warga kabupaten bekasi.

Begitu banyak efek kesehatan yang berasal dari polusi udara, dari sakit yang ringan seperti batuk dan flu, hingga penyakit berat seperti asma, stroke dan penyakit paru-paru. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Acut) juga merupakan salah satu ancaman kesehatan yang patut diwaspadai saat ini, karena bisa menurunkan daya kekebalan tubuh sehingga penyakit lain lebih mudah menyerang," Hal itu dikatakan R.Meggi Brotodihardjo, mantan Tim Perumus Visi-Misi Kab Bekasi Tahun 2001, Rabu (8/8/2019) pukul 04.00 WIB.

Dikatakannya, Selama ini kita sering mendengar Hiruk pikuk soal Kualitas Udara DKI Jakarta yang dikatakan tidak sehat (unhealthy) , Ternyata Warga Kabupaten Bekasi juga harus menerima kenyataan pahit, bahwa kualitas udara di Cikarang delta Mas, Kabupaten Bekasi 'Tidak lebih baik dari Jakarta'.

"Ya, Hal itu berdasarkan  data Air Visual, Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) Bekasi berada di angka 177, lebih tinggi dibanding Jakarta yang memiliki skor 169 yang dilihat Rabu (8/8/2019) pukul 04.00 WIB," ungkap
R.Meggi Brotodihardjo,

Masih kata R.Meggi, Buruknya kualitas udara suatu daerah tidak hanya bergantung satu hal saja, melainkan multifaktor. Ada beberapa jenis polusi yang bertebaran di lingkungan sekitar kita.

Melansir WebMD, Ada enam polusi yang mungkin terhirup oleh manusia. Keenam jenis polusi itu, antara lain ozon, mater partikulat, nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), gas sulfur dioksida, dan timbal.

Tiga dari polusi tersebut berasal dari asap kendaraan bermotor, yaitu Ozon, Nitrogen Dioksida (NO2) dan Carbon Monoksida. Materi partikulat bahan kimia organik, logam, dan partikel tanah atau debu. Gas sulfur dioksida berasal dari bahan bakar yang mengandung belerang yang tercampur dengan polutan lain.

Sedangkan timbal berasal dari limbah, utilitas, dan produsen baterai. Emisi gas berasal dari operasional boiler dan genset industri yang membuang polutan melalui cerobong secara langsung tanpa melalui unit pengendalian (filter).

”Udara yang kita hirup saat ini menjadi polusi yang berbahaya, kondisi udara bisa semakin buruk jika tidak dijaga dari sekarang dan untuk itu segera lakukan upaya mengurangi polusi udara," sebut Meggi.

"Di sini diperlukan dukungan dan kerja sama dengan wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi untuk merumuskan solusi bersama. Dunia Usaha, Dunia Industri dan masyarakat juga harus segera merespons masalah pencemaran udara ini," jelasnya.

Pemda kabupaten Bekasi seyogianya melakukan inventarisasi secara berkala sebagai dasar kajian ilmiah untuk mengetahui sumber polusi udara kabupaten Bekasi.

"Yah, Lewat kajian ilmiah ini, pemerintah daerah disebutnya bisa mengambil langkah yang terukur dan sistematis untuk mengurangi polusi," tandasnya.

Terlebih pertumbuhan industri, permukiman dan infrastruktur di Kabupaten Bekasi akan semakin pesat di masa mendatang, tentu ada kegiatan besar komersial yang akan menghasilkan polusi, tidak hanya Udara tapi juga Air,Tutupan Lahan dan  kepadatan," kata R. Meggi, Ketua Dewan Pengawas LSM-SIR.

"Ada hal lain yang juga harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten  Bekasi adalah, Segera menyediakan alat ukur kualitas udara ( Air Quality Monitoring System) yang memadai sehingga bisa mewakili luasan Kabupaten Bekasi yang datanya bisa dengan mudah diakses oleh publik. “Rasanya tidak mungkin lagi dengan cara manual mendeteksi masalah ini," ujar Meggi.   

Selain itu lanjutnya, Diperlukan sistem peringatan, Agar masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kualitas udara yang buruk, seperti menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang dan tidak melakukan olahraga saat kualitas udara sedang tidak sehat," ujarnya.

Dari data pemantauan lingkungan yang akurat, akan menyediakan feed back (umpan balik) yang baik digunakan untuk efektivitas aktivitas regulasi dalam peningkatan kualitas lingkungan serta evaluasi program pemerintah dan dalam management pengambilan keputusan.

"Namun saat ini dari pengamatan kami, baru sukses  dalam menjelaskan isu laporan tentang kualitas udara ke publik," kata Meggi, Senior Consultant The Economist and Social Intelligence.

Selanjutnya kata Meggi, Perlu diatur segera sejumlah langkah untuk mengurangi polusi udara di Kabupaten Bekasi.

"Antara lain memperketat Uji Emisi, memperketat pengendalian emisi dari berbagai sektor, hingga penghijauan di sejumlah lokasi," tukasnya.

Terakhir, Jaga lingkungan hidup dimulai dari diri sendiri. Contoh konkretnya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

“Bisa juga ikut menanam tanaman atau pohon berbatang keras karena bisa mengurangi sedikit polusi, antara lain: Pohon Beringin, Mahoni, Trembesi dan untuk di perumahan menanam Lidah Mertua (Sansevieria), Palem Kuning, Anthurium Bunga, Suplir dan lainnya”, katanya.

Meggi juga mengingatkan, Agar seluruh OPD di Pemda Bekasi tidak saling tuding, menyalahkan pihak lain, mencari kambing hitam dalam berbagai permasalahan yang di hadapi Kabupaten Bekasi saat ini, tetapi marilah secara gotong-royong dengan semangat kebersamaan menyelesaikannya , Untuk mencapai tujuan sebagaimana visi-misi Kab Bekasi. "Menuju bekasi baru bekasi Bersih"

"Ayo upayakan !!  Udara Bersih dan Air Bersih  bagi kesehatan masyarakat kabupaten Bekasi khususnya dan dunia pada Umumnya, sudah barang tentu dengan birokrat yang bersih," pungkas R.Meggi Brotodihardjo /Pengamat/Ketua Dewan Pengawas SIR."(*) 

Reporter : Nha
Editor : Luk
Diberdayakan oleh Blogger.