IKLAN ATAS

Ada 5 Penyakit Mengintai Dampak Asap Karhutla, Polindes Kote Sakti Lakukan Aksi Bagi-Bagi Masker


Redaksibekasi.com- Lingga: Akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Riau, ternyata berdampak terjadinya penurunan  kondisi udara yang akan berpengaruh terhadap kesehatan warga, 

Berdasarkan pengamatan udara yang di Cek menggunakan alat Mini Particle Counter yang memasuki angka 288 yang tergolong dalam katagori sangat tidak sehat akibat terkontaminasi oleh asap karhutla.

Menyikapi hal tersebut, Puskesmas Lanjut Prima melalui Polindes Kote Sakti Bidan Murniati, A.Md, Keb bersama 5 (lima) Kader Posyandu Cempaka Putih bergerak dengan mambagi - bagikan masker ke masyarakat Desa Kote di Halaman Polindes Kote, Jum'at (18/9 ).

Pembagian masker ini memang terbatas kalau untuk masyarakat Desa Kote secara keseluruhan, namun kita akan tetap membagikan kepada masyarakat jika kita memiliki masker," jelas Bidan Polindes Kote Murniati, A.Md, Keb.

Kami juga menghimbau kepada masyarakat Desa Kote yang hadir dalam pembagian masker, untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, mengkonsumsi lebih banyak air putih, dan menutup ventilasi rumah dari asap demi mengurangi kemungkinan penyakit akibat dampak asap karhutla.

Kami juga menuturkan bahwa ada 5 (lima) penyakit yang mengintai akibat dampak asap karhutla, berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia diantaranya adalah :

1). Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terutama anak - anak dan lansia.
2). Asma yaitu gangguan saluran pernapasan akibat buruknya kualitas udara.
3). Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), penyakit radang paru salah satunya bronkitis.
4). Penyakit jantung.
5). Iritasi, pada mata, tenggorokan dan hidung termasuk memicu sakit kepala dan alergi.

Pembagian masker ini hanya untuk antisipasi dan mencegah dini dari serangan 5 (lima) penyakit tersebut di atas, kita hanya bisa berusaha untuk mencegah namun kita juga harus senantiasa berdo'a kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari bahaya asap karhutla," pungkas Bidan Murniati."(*)

Reporter: Suarman
Editor: Luk 
Diberdayakan oleh Blogger.